Waspada Kebakaran Lahan, 14 Titik Hotspot Terdeteksi di Muratara, Hampir Semua Kecamatan
Sebanyak 14 titik panas atau hotspot terdeteksi satelit muncul di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)
SRIPOKU.COM, MURATARA -- Sebanyak 14 titik panas atau hotspot terdeteksi satelit muncul di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Selasa (16/5/2023).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Zainal Arifin mengatakan tim reaksi cepat (TRC) dari instansinya sedang mendatangi titik-titik tersebut.
"TRC kita sedang menuju lokasi, kita juga masih berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan apakah 14 hotspot itu semuanya kebakaran lahan," katanya.
Sebab, kata Zainal Arifin, hotspot yang kerap terpantau di beberapa wilayah Muratara saat musim panas seperti ini belum tentu merupakan titik api atau kebakaran.
Dia pun mengakui kondisi cuaca di Kabupaten Muratara akhir-akhir ini agak berbeda dari biasanya, karena terasa panas menyengat, terutama saat matahari berada sejajar di atas kepala.
"Cuaca memang sangat panas. Nah hotspot ini kadang bukan hanya titik kebakaran, bisa juga disebabkan pantulan matahari di atap rumah masyarakat yang berjenis aluminium atau seng," katanya.
Zainal Arifin mengatakan tak jarang saat timnya mengecek hotspot yang terdeteksi satelit ternyata tidak ada kebakaran di titik tersebut, melainkan karena pantulan matahari di atap rumah warga.
Namun walaupun begitu, pihaknya tetap melakukan kesiapsiagaan terhadap potensi-potensi akan terjadinya kebakaran hutan, kebun dan lahan (karhutbunla).
"Kadang karena pantulan atap rumah warga, kadang juga memang ada kebakaran lahan, tapi sifatnya masih bisa dikendalikan, tetapi kita waspadai hal yang demikian," katanya.
Zainal Arifin mengungkapkan 14 hotspot yang terdeteksi di Kabupaten Muratara hari ini berada hampir di seluruh kecamatan kecuali Nibung.
Rinciannya, 5 titik di Kecamatan Rawas Ilir, 4 titik di Kecamatan Rawas Ulu, 2 titik di Kecamatan Karang Jaya, 2 titik di Kecamatan Karang Dapo, dan 1 titik di Kecamatan Rupit.
"Informasi sementara belasan titik hotspot ini memang kebakaran lahan, tapi sifatnya masih bisa dikendalikan, rata-rata sudah padam, kemungkinan dugaannya orang mau buka lahan kebun," katanya.