Breaking News

Berita Palembang

Fenomena Pergaulan Bebas Picu Munculnya Fenomena Pernikahan Dini di Indonesia

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Palembang, Romi Apriansyah menyebut terjadinya pernikahan usia dini tentu menjadi sorotan KPAI.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: wartawansripo | Editor: Ahmad Sadam Husen
Sripoku.com/Andi Wijaya
Petugas gabungan, Satpol PP, TNI POM, Polri, menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah penginapan, kosan, dan cafe yang ada di kota Palembang, Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 21.00 

Oleh karena itu pihaknya berharap keprihatinan ini dapat diatasi bersama dan berkomitmen peduli dengan hal seperti ini.

"Faktor apa saja terjadinya perkawinan usia dini tentu yang menjadi sorotan KPAI tentu ada faktor pergaulan bebas di antara anak-anak kita saat ini," pungkasnya.

Maraknya pergaulan bebas juga tak lepas dari mudahnya untuk memperoleh alat kontrasepsi saat ini, salah satunya kondom.

Berdasarkan penelusuran Sripoku.com di Palembang, penjualan alat kontrasepsi bahkan terjadi 3 hingga 10 kotak perbulan.

Pantauan Sripoku.com, Jumat (12/4/2023) di beberapa apotek di kawasan Kertapati, Plaju, dan Jakabaring, Palembang terdapat banyak jenis hingga merk kondom yang disusun di atas etalase dan dijual.

Harganya pu relatif murah, hanya Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kotak kecil dengan isi 3 buah alat kontrasepsi tersebut.

“Penjualan kondom di apotek tidak terlalu laris,” kata seorang penjaga apotek di kawasan Kertapati yang tak mau menyebut namanya.

FOTO ILUSTRASI.
FOTO ILUSTRASI. (Tribun)

Menurutnya, kebanyakan masyarakat lebih memilih menggunakan kontrasepsi berupa pil KB dengan harga per keping Rp 9.000.

Namun pegawai apotek tersebut menyebut kemungkinan banyaknya kondom yang dijual di seluruh mini market membuat masyarakat bisa membeli kondom dengan mudah di minimarket.

Ia menambahkan, dalam sebulan paling banyak laku 10 kotak kondom.

Itu pun pembelinya terdiri dari ibu-ibu muda dan tak mendapati remaja yang membeli kondom

Hal senada dikatakan seorang penjaga apotek di Plaju dan Jakabaring.

Mereka mengatakan dalam sebulan hanya laku 3 kotak kondom dan kebanyakan para pembeli merupakan pria dewasa.

Menurutnya pembeli kebanyakan pria dewasa pada saat malam hari kemungkinan pulang kerja dan langsung membeli kondom tersebut.

Sementara dari pantauan di lokasi lain, hampir seluruh mini market yang ada di Palembang memiliki banyak kondom yang dijual.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved