Opini
OPINI : Guru Olahraga Pioner Pembinaan
Guru Olahraga di samping menjadi guru juga bisa menjadi pelatih olahraga, sebagai tenaga professional, mampu menyelengggarakan program ekstrakulikuler
Penulis: Muhammad Imam Pramana | Editor: Odi Aria
GURU OLAHRAGA PIONER PEMBINAAN
oleh SULAIMIN.S.Pd. M.Kes
Guru Olahraga SMAN 9 Palembang
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani dan olahraga kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan yang sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan.
Sebagai mata pelajaran yang menitik beratkan perhatian pada ranah jasmani dan psikomotor tetapi tidak mengabaikan ranah kognitif dan afektif, materi penjasorkes, diantara materi yang diajarkan di sekolah tersebut menyangkut semua cabor olahraga mulai dari permainan, atletik, senam, beladiri dan renang.
Sekolah merupakan tempat yang potensial untuk mempersiapkan atlet dari usia dini. Pendidikan jasmani dapat menjadi alat pendidikan yang dapat menghasilkan atlet berpotensi dalam menunjuang prestasi olahraga nasional.
Guru Olahraga di samping menjadi guru juga bisa menjadi pelatih olahraga, sebagai tenaga professional, mampu menyelengggarakan program ekstrakulikuler sebagai pelatih dan Pembina olahraga di sekolah.
Berbagai kajian seputar manusia akan melandasi pembahasan dan pengkajian secara ilmiah tentang keolahragaan.
Pate dkk (1984) mengemukakan bahwa terdapat 3 disiplin keilmuan yang mendasari pelatihan olahraga yaitu: (1) psikologi olahraga (2) biomekanika, (3) fisologi olahraga.
Selanjutnya, diuraikan Bompa (1990) bahwa ilmu yang mendukung teori dan metode pelatihan olahraga adalah (1) anatomi, (2) fisiologi, (3) biomekanika, (4) statistik, (5) tes dan pengukuran, (6) kedokteran olahraga, (7) psikologi, (8) pembelajaran gerak, (9) pedagogi, (10) nutrisi, (11) sejarah, (12) sosiologi.
Seorang guru pendidikan jasmani akan lebih mengetahui dan memahami sehubungan dengan calon atletnya yang juga adalah siswanya.
Calon atlet yang mengikuti ekstrakurikuler datang dengan berbagai latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda.
Berdasarkan kemampuan yang dimiliki calon atlet dan untuk mencapai efektifitas latihan dapat dipedomani, bahwa calon atlet dapat disiapkan menjadi kelompok tahap: pemula, menengah, dan lanjutan (Pate, dkk, 1984).
Pada tingkat pemula calon atlet (siswa) berusaha keras untuk memahami teknik yang diperkenalkan, diterangkan, dan diperagakan ia akan berusaha berkonsentrasi untuk mengembangkan imajinasi dan perasaan gerak yang terpadu.
Calon atlet tingkat menengah, telah memiliki kemampuan keterampilan tetapi belum begitu baik. Sangat diperlukan frekuensi pengulangan yang lebih, kegiatan latihan yang dominan oleh pencapaian dan pelaksanaan strategi latihan yang efektif. Diperlukan penguasaan keterampilan yang bervariasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/SULAIMINSPd-MKes-Guru-Olahraga-SMAN-9-Palembang-2.jpg)