Mutiara Ramadhan

Mutiara Ramadhan: Ramadhan Bulan Penuh Kesan

Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan untukmu ibadah puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang...

Editor: Bejoroy
Capture Sriwijaya Post
Muhammad Romi SH, MH (Lembaga Kajian dan PDL Yayasan Izzatuna Palembang) 

Oleh: Muhammad Romi SH, MH
(Lembaga Kajian dan PDL Yayasan Izzatuna Palembang)

SRIPOKU.COM -- PUASA Ramadhan merupakan ibadah yang wajib dikerjakan umat Islam. Seorang Muslim harus menahan lapar, haus, dan menghindari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak subuh hingga adzan maghrib berkumandang.

Mengutip buku Puasa, Syarat & Rukun yang Membatalkan oleh Sayid Mahadir, berpuasa di bulan Ramadhan adalah rukun islam yang ke empat. Ibadah ini dikerjakan oleh umat Islam yang sehat, dewasa, dan tidak ada halangan syar'i selama satu bulan penuh.

Kewajiban berpuasa ini dimuat dalam Surat al-Baqarah ayat 183 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan untukmu ibadah puasa, sebagaimana diwajibkan bagi orang-orang sebelum kalian, agar kalian menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa."

Di bulan Ramadhan, selalu ada hal-hal mengesankan yang terjadi yang tidak dapat ditemukan di bulan lainnya. Diawal pertama bulan Ramadhan merupakan waktu sangat paling berat, karena umat Islam baru membiasakan diri untuk menahan hawa nafsu setiap harinya. Khususnya umat Muslim yang harus beraktivitas di luar ruangan karena untuk merubah kebiasaan yang 11 bulan sebelumnya beraktivitas yang tidak biasa dilakukan kita dibulan romadhon.

Dipagi hari biasa nongkrong di warung kopi, dan disiang hari break untuk berkerja dan di bulan ini kebiasaan tersebut ditinggalkan tentu ini bukan hal yang mudah dilakukan, bahkan diawal Ramadhan ada sebagian orang muslim lupa akan saat itu ia berpuasa, dan ini menjadikan kesan yang luar biasa untuk kehidupan kita, karena ibadah puasa merupakan ibadah yang tak nampak/diketahui, yang tahu hanya pelaku dan Pencipta saja, maka dari itu Allah menjanjikan pahala khusus kepada seorang yang berpuasa, pada awal bulan Ramadhan ini Allah akan membukakan pintu rahmat dan keberkahan-Nya bagi setiap hamba yang berpuasa dengan khusyuk. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, sebagaimana sabda nabi yang artinya “Telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah …(HR. Ahmad; hasan).

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Barakah artinya adalah ziyadatul khair; bertambahnya kebaikan. Di bulan Ramadhan, banyak kebaikan yang bertambah. Banyak kebaikan yang meningkat. Kita lihat, Ramadhan memang penuh dengan keberkahan. Meningkatnya omset para pedagang dan pengusaha serta THR bagi karyawan dan pegawai mungkin adalah bagian dari keberkahan bulan Ramadhan. Sedangkan meningkatnya ibadah, puasa Ramadhan, shalat tarawih, semakin banyak tilawah dan sedekah adalah bagian dari keberkahan Ramadhan yang lebih besar lagi.

Di bulan ini pula Allah SWT membuka seluas-luasnya pintu ampunan bagi hambanya yang memohon ampunan pada-Nya. Umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ini merupakan waktu terbaik bagi umat Islam untuk berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat. Karena pada momentum inilah ini Allah mengabulkan segala doa yang dipanjatkan dengan tulus.

Berbeda dengan bulan lainnya, pada bulan Ramadhan banyak waktumustajabahuntuk berdoa. Di antaranya adalah waktu menjelang berbuka. Bahkan sepanjang waktu puasa mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari adalah waktu mustajabuntuk berdoa. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizhalimi. (HR. Tirmidzi; hasan)

Di bulan inilah merupakan waktu yang terindah. Pada bulan ini Allah SWT akan membebaskan kita api neraka bagi hamba yang selalu beribadah kepada-Nya. Di bulan ini juga terdapat peristiwa turunnya Alquran atau dikenal dengan malam lailatul qadar (malam kemuliaan). Dijelaskan dalam sebuah hadits yang artinya: "Dan Alquran diturunkan setelah melewati 24 hari di bulan Ramadhan." (H.R Ahmad dari Watsilah bin Asqo’, dan dihasankan oleh al-Albany). Semoga keutamaan-keutamaan ini memacu kita untuk lebih giat beribadah dan memperbanyak amal shalih hingga akhir Ramadhan nanti. (*)

Update COVID-19 7 April 2023.
Update COVID-19 7 April 2023. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved