Banjir Sumsel
Rumah Terendam 3 Meter, Nenek 82 Tahun di Lahat Sempat Menolak Dievakuasi dari Banjir Bandang
Seorang nenek nyaris terseret arus banjir bandang luapan Sungai Mulak di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat
Penulis: Oki Pramadani | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, LAHAT - Seorang nenek nyaris terseret arus banjir bandang luapan Sungai Mulak di Desa Keban Agung, Kecamatan Mulak Sebingkai, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), karena menolak untuk dievakuasi.
Hulibah (82) yang tinggal seorang diri di rumah saat itu tetap bersikeras untuk bertahan di dalam rumahnya.
Alasannya karena Hulibah takut barang yang berharga di dalam rumah hilang dibawa arus.
Baca juga: Rumahnya Sudah 2 Kali Dihantam Banjir Bandang, Sukiman Kapok Tinggal di Tepian Sungai Mulak Lahat
Sementara anak-anaknya sudah tidak serumah lagi dengan dirinya dan bahkan ada yang telah menetap di desa lain.
Saat itu, rumah wanita yang biasa dipanggil Nek Hulibah sudah setinggi lebih dari 30 cm, namun ia tetap masih ingin bersikeras bertahan.
"Biarlah aku nunggu di rumah ini saja, takut barang-barang aku hilang," ujar Pratiwi menirukan perkataan ibunya saat itu, Sabtu (11/3/2023).
Air yang terus meninggi membuat Pratiwi sebagai seorang anak khawatir dengan ibunya yang masih bersikeras bertahan.
• Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa Rendam Jalan di Kecamatan Jayaloka Mura, Kendaraan tak Bisa lewat
Karena jika dibiarkan ibunya masih bertahan di rumah yang sudah di genangi air, akan mengancam keselamatan nyawa orang tuanya.
Karena sudah sanget bahaya jika terus bertahan, Pratiwi langsung meminta suaminya menggendong ibunya yang sudah sepuh tersebut.
Dengan sekuat tenaga suami Pratiwi langsung menggendong Ibunya melewati genangan air yang terus meninggi.
"Langsung ibu digendong suami saya untuk dibawa ke tempat yang aman," terang dia.
Benar saja, belum lama nek Hulibah dievakuasi ke tempat yang aman, air yang datang dari hulu dengan membawa ribuan kayu baluk datang dan menghantam puluhan rumah warga.
Rumah Hulibah saat itu juga langsung terendam air dengan ketinggian lebih dari 3 meter.
"Hampir tenggelam rumah ibu saya, untung saja ibu sudah dievakuasi ke tempat aman," tutur dia.
Saat ini, Hulibah telah tinggal di rumah anaknya Pratiwi yang lokasinya lebih aman.
Sementara Pratiwi saat ini masih berusaha membersihkan rumah Ibunya yang dipenuhi lumpur.
Ia membersihkan lumpur tersebut bersama suaminya dan dibantu oleh adik laki-lakinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/nenek-Hulibah.jpg)