Belajar Karate
Tiga Teknik Dasar Karate yang Sangat Penting Dipelajari Sebum Belajar Seni Bela Diri Asal Jepang Ini
Seni bela diri karate yang berasal dari Jepang ini memiliki tiga teknik dasar yang harus dipelajari selama berlatih seni bela diri karate.
Penulis: Siti Umnah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, seni bela diri karate merupakan salah satu seni bela diri yang menggunakan tangan kosong.
Dalam melakukan sesi latihan, seorang karateka hanya memanfaatkan seluruh kemampuan dan tenaganya seperti pukulan, tendangan hingga tangkisan murni tanpa alat tertentu.
Seni bela diri karate yang berasal dari Jepang ini memiliki tiga teknik dasar yang harus dipelajari selama berlatih seni bela diri karate yaitu kihon, kata dan kumite.
Baca juga: Ketua Lemkari Palembang dan OKU Dianugerahi Sabuk Hitam, Hingga Gelaran Kompetisi Kejurda Karate
Bagi seorang karateka yang ingin berlatih seni bela diri karate, penting baginya untuk mempelajari ketiga teknik dasar karate tersebut.
Yang pertama yaitu teknik kihon.
Kihon merupakan teknik paling dasar dalam berlatih seni bela diri karate karena mempelajari teknik seperti kuda-kuda, pukulan, tendangan, serta tangkisan.
Teknik kihon dapat juga diartikan sebagai teknik keseluruhan dalam mempelajari seni bela diri karate karena mencakup keseluruhan teknik.
Baca juga: Seorang Karateka Wajib Biasakan Diri Mendengar Istilah Ini Saat Belatih Karate, Penting Dipahami!
Yang kedua yaitu teknik kata, secara harfiah kata 'kata' memiliki arti "bentuk" atau "pola".
Kata merupakan kumpulan teknik gerakan dasar yang sudah dipelajari pada teknik kihon, yang dirangkai menjadi sebuah pola serangan.
Biasanya dalam teknik kata, karateka harus menghafal setiap gerakan dan arah langkah sesuai dengan tingkatan sabuk yang ia pelajari.
Baca juga: Ingin Berlatih Karate? Kamu Wajib Tahu Sejarah dan Aliran Karate, Seni Bela Diri Asal Jepang
Teknik ketiga yaitu kumite, kata kumite berarti "pertemuan tangan" sehingga dapat diartikan bahwa kumite merupakan teknik latihan bertarung yang dilakukan satu lawan satu.
Dalam perjalanannya, kumite terbagi menjadi dua bagian yaitu kumite tradisional/kumite bebas dan kumite pertandingan.
Meski keduanya menggunakan teknik yang sama, namun dalam penerapannya di lapangan tentunya kedua kumite ini dilakukan dengan cara yang berbeda.
Dalam kumite tradisional/kumite bebas, karateka tidak menggunakan alat pelindung serta gerakan yangn dilakukan juga tidak ada batas.
Baca juga: Profil Anisha Katarima Istri Legenda Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu, Pelatih Karate Sumsel
Namun berbeda dengan kumite tradisional/kumite bebas, pada kumite pertandingan karateka diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung seperti body protector, dekker, foot protector, hand protector dan gamsil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Teknik-Karate.jpg)