Opini: Mengenal Visa Rumah Kedua. Second Home Visa.

Dengan diterbitkannya Visa Rumah Kedua, diharapkan orang asing yang menjadi target diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM
Ilustrasi - Sriwijaya Post. 

Oleh: Andika Fodhi Sinaga
(Analis Keimigrasian Pertama di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang)

SRIPOKU.COM -- PASCA pandemi covid-19 yang menghantam seluruh sektor di kehidupan bermasyarakat, pemerintah Indonesia tengah berfokus pada upaya pemulihan ekonomi termasuk dari sektor investasi dan pariwisata. Upaya pemulihan ini berdasarkan pada meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia dengan berbagai tujuan.

Selain untuk berwisata, tak sedikit orang asing yang melakukan kunjungan ke Indonesia tertarik untuk melakukan investasi di berbagai bidang. Selaras dengan upaya pemulihan dan peningkatan ekonomi, pemeritah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan terobosan terkait berbagai macam layanan keimigrasian.

Terobosan yang sudah dilaksanakan sepanjang tahun 2022 diantarnya penggunaan aplikasi antrian online Mpaspor, pemberian bebas visa kunjungan untuk wisata, Visa Kunjungan saat Kedatangan elektronik (e-VoA), dan juga pemberian Visa Rumah Kedua yang diresmikan pada Desember Tahun 2022 ini.

Visa Rumah Kedua atau Second Home Visa adalah visa tidak dalam rangka bekerja yang diberikan kepada orang asing dan/atau keluarganya yang tinggal menetap di Indonesia selama 5 (lima) tahun atau 10 (sepuluh) tahun setelah memenuhi syarat tertentu. Pemberian visa ini ditujukan kepada orang asing yang melakukan bisnis secara remote, termasuk diantaranya wisatawan nomad dan pensiunan.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Subjek dari pemberian Visa Rumah Kedua ini adalah para investor dengan ekonomi menengah ke atas yang tertarik untuk tinggal di Indonesia. Selain orang asing, Visa Rumah Kedua juga bisa diberikan kepada eks-WNI dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
Pemberian kemudahan melalui Visa Rumah Kedua bagi orang asing untuk tinggal dan berkontribusi positif terhadap perekonomian indonesia di tengah kondisi ekonomi global yang semakin dinamis ini diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap perekonomian Indonesia.

Pemegang Visa Rumah Kedua juga berhak mendapatkan beberapa keuntungan administratif. Salah satunya adalah keleluasaan membawa pengikut yang dalam pengertiannya adalah orang asing yang menggabungkan diri dengan suami,istri, anak, atau orang tua pemegang Visa Rumah Kedua. Pengajuan visa ini bisa dilakukan secara bersamaan dan juga bisa dilaksanakan tanpa penjamin.

Permohonan Visa Rumah Kedua diajukan melalui aplikasi berbasis web di visa-online.imigrasi.go.id. Adapun Persyaratan yang dibutuhkan dalam pengajuan permohonan Visa Rumah Kedua antara lain: paspor kebangsaan yang sah dan masih berlaku paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan. Proof of fund berupa rekening milik orang asing atau penjamin dengan nilai sekurang-kurangnya Rp2.000.000.000,00 (Dua Milyar Rupiah) atau setara, pas foto berwarna terbaru degan ukuran 4cm x 6 cm dengan latar belakang berwarna putih, dan curriculum vitae.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Sedangkan persyaratan permohonan Visa Rumah Kedua bagi pengikut antara lain: paspor kebangsaan yang sah dan masih berlaku paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan. pas foto berwarna terbaru degan ukuran 4cm x 6 cm dengan latar belakang berwarna putih, Visa Rumah Kedua atau Itas Rumah Kedua mlik suami,istri, anak, atau orang tua yang sah dan masih berlaku, dan bukti memiliki hubungan keluarga dengan orang asing pemegang Visa Rumah Kedua atau Itas Rumah Kedua berupa akte perkawinan/buku nikah (bagi suami/istri), dan Akte Kelahiran atau Kartu Keluarga yang menyatakan bahwa orang asing adalah orang tua atau anak dari pemegang Visa Rumah Kedua atau Itas Rumah Kedua, yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia oleh penerjemah terseumpah kecuali dalam Bahasa Inggris.

Tarif PNBP yang dibayarkan untuk permohonan Visa Rumah Kedua adalah sebesar Rp3.000.000 per orang dan untuk pengikut yakni sebesar Rp2.000.000 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 2 Tahun 2002. Waku penyelesaian diselesaikan dalam waktu paling lama (empat) hari kerja terhitung setelah pembayaran biaya imigrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan diterbitkannya Visa Rumah Kedua ini, diharapkan orang asing yang menjadi target diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap perekonomian nasional dalam bidang bisnis dan investasi serta menjadi bukti pelaksanaan kebijakan keimigrasian dalam menerapkan selective policy dan fungsi keimigrasian sebagai fasilitator pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Update COVID-19 30 Desember 2022.
Update COVID-19 30 Desember 2022. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved