Berita Muaraenim

Motor Bajak Sawah Inovasi SMKN 1 Lempuing Jaya OKI, Solusi Petani Mengolah Lahan Berbiaya Murah

"Kalau sawah kurang dari 1 hektar tentu nanggung menggunakan traktor. Maka harus cari yang lebih murah dan efisien," ujarnya.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Ahmad Farozi
ardani/sripoku.com
Motor bajak sawah inovasi SMKN 1 Lempuing Jaya, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, Sumsel tampil di Pameran Produk Kreativitas dan Inovasi SMK Se Sumsel yang digelar di Kabupaten Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Motor bajak sawah inovasi SMKN 1 Lempuing Jaya, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, Sumsel tampil di Pameran Produk Kreativitas dan Inovasi SMK Se Sumsel yang digelar di Kabupaten Muara Enim.

Rohim (27) guru pembimbing SMKN 1 Lempuing Jaya menuturkan, ide membuat motor bajak sawah berawal dari mayoritas masyarakat di daerahnya adalah petani padi.

Lalu ada kendala atau permasalahan dilapangan, terutama ketika akan bercocok tanam.

Karena sawahnya harus diolah dahulu dengan menggunakan traktor atau hand traktor.

Persoalannya, tidak semua petani punya. Sebab traktor atau hand traktor harganya cukup mahal.

Dari Rp25 juta per unit untuk hand traktor dan Rp300 - Rp400 juta per unit untuk traktor.

Dan kalaupun ada paling hanya kelompok tani yang tentu harus bergantian dan bergiliran menggunakannya.

"Kalau sawah kurang dari 1 hektar tentu nanggung menggunakan traktor. Maka harus cari yang lebih murah dan efisien," ujarnya.

Dari latar belakang permasalahan tersebut, sambung Rohim, pihaknya mencoba inovasi dengan melihat berbagai sumber dan masukan terutama dari YouTube.

Disana mereka melihat traktor bajak sawah menggunakan motor.

Tapi tidak dinaiki seperti mirip handtraktor dimana petaninya berjalan dilumpur sehingga pihaknya menganggap kurang efesien dan efektif.

Kemudian ide membuat mator bajak sawah dengan model AVV motor menggunakan roda tiga. Kebetulan di bengkel sekolah ada motor tua.

Dengan memanfaatkan motor tua dan besi bekas, pihaknya berhasil membuat motor bajak sawah yang dinaiki layaknya naik motor AVV dengan biaya sekitar Rp1 juta.

"Semuanya dari barang bekas, maka jika ada motor tua atau bekas jangan dibuang, kita bisa manfaatkan," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved