Gudang Minyak di Keramasan Meledak

AIPDA SP 30 Hari Ditahan di Polrestabes Palembang, Oknum Polisi Pemilik Gudang Minyak Terbakar

"Oknum polisi ditempatkan di tahanan khusus Polrestabes Palembang selama 30 hari ke depan guna pemeriksaan terkait kode etik

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/diw
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib didampingi Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi, Jumat (23/9/2022) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang menahan Aipda SP pemilik gudang minyak yang terbakar di Keramasan, Kertapati, Kota Palembang selama 30 hari.

Aipda SP ditahan setelah pihak Polrestabes Palembang setelah melakukan gelar perkara perkembangan penyelidikan kasus meledaknya gudang minyak penimbunan BBM ilegal, Sabtu (24/9/2022).

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol M Ngajib mengatakan, Propam Polda Sumsel telah mengamankan oknum polisi sebagai pemilik lokasi tempat penyimpanan BBM ilegal yang meledak.

"Oknum polisi ditempatkan di tahanan khusus Polrestabes Palembang selama 30 hari ke depan guna pemeriksaan terkait kode etik profesi Polri," kata Kapolrestabes Palembang, Minggu (25/9/2022).

Menurut dia, kendaraan tangki yang membawa BBM berhenti di gudang minyak milik oknum polisi.

Di mana tangki membawa BBM itu dikendarai oleh S.

Baca juga: Oknum Polisi Diduga Sewakan Lahan Pengepul BBM, Kombes Ngajib Selidiki Kasus Terbakar Gudang Minyak

Saat pemindahan ke tempat penimbunan yang disewakan oknum polisi itu, dengan menggunakan pompa air, di sanalah ada percikan api sehingga terjadilah kebakaran.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengejaran terhadap siapa saja yang terlibat di dalam perkara ini.

Ngajib mengatakan saat ini pihaknya baru mengetahui jika tempat itu sudah beroperasi selama lima bulan.

"Yang kita tahu tempat itu beroperasi baru 5 bulan," kata dia.

Untuk modus operandinya sopir tangki berinisial 'S' yang juga sudah diamankan ini yakni terlebih dahulu mengambil BBM dari Pertamina untuk diantarkan ke SPBU yang ada di Palembang, saat di tengah jalan sopir S mampir ke lokasi penimbunan milik oknum polisi untuk mengencingkan minyak.

Penggelapan BBM yang dilakukan oleh sopir yakni satu tangkinya sebanyak 200 liter.

Dalam satu harinya sampai saat ini yang bisa buktikan baru satu tangki per harinya.

"Kita akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memburu siapa saja yang terlibat dalam hal ini," ungkapnya. (Diw).

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved