Pilres 2024

Elektabilitas PKS Tembus 3 Besar, DPW PKS Sumsel Minta Kader Jangan Terlena

Tapi kita menghimbau struktur dan kader, jangan sampai terlena dengan hasil survei, tetap tingkatkan kerja-kerja agar PKS menang dan otomatis

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sumsel Ustadz Muhammad Toha SAg 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tembus tiga besar hasil survei nasional Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP), bekerjasama dengan Center for Indonesian Reform (CIR) yang dilaksanakan pada akhir Juli 2022.

Elektabilitas partai oposisi yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 8,1 persen melonjak 3 besar nasional.

PKS sendiri posisinya berada di bawah elektabilitas PDIP sebagai partai penguasa 15,1 persen, diikuti pula dengan elektabilitas Partai Golkar 10 persen.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPW PKS Muhammad Toha mengaku bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang terus tinggi kepada PKS saat ini, dan bisa jadi modal dalam Pemilu 2024 mendatang

"Jelas kita bersyukur atas hasil survei tersebut, sebab selama ini sebelum pemilu umumnya survei tentang PKS selalu berada dikisaran 3 persen - 4 persen tapi tetap setelah selesai pemilu bisa selalu lolos. Artinya di atas 4 persen bahkan pemilu 2019 yang lalu mencapai 8 persen," kata Toha, Jumat (23/9/2022).

Diterangkan Toha, dengan sekarang umumnya hasil survei PKS sebelum pemilu berada di kisaran 7 - 9 persen, maka pihaknya optimis pemilu 2024, PKS akan mendapat kemenangan sesuai target yaitu 15 persen.

"Tapi kita menghimbau struktur dan kader, jangan sampai terlena dengan hasil survei, tetap tingkatkan kerja-kerja agar PKS menang dan otomatis, jika PKS menang maka pelayanan, pemberdayaan dan pembelaan terhadap rakyat, akan bisa kita lakukan lebih meningkat dan tersebar luas lagi," tandasnya.

Sebelumnya, hasil survei nasional Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) bekerjasama dengan Center for Indonesian Reform (CIR) yang dilaksanakan pada akhir Juli 2022, menunjukkan rlektabilitas PDIP sebagai partai penguasa merosot tajam diikuti pula dengan elektabilitas Partai Gerindra.

Partai berkuasa PDIP mengalami penurunan dukungan dari 18,0 persen (survei 2021) menjadi 15,1 persen (2022). Demikian pula Gerindra mengalami penurunan elektabilitas dari 10,0 persen menjadi 6,8 persen.

Golkar mengalami kenaikan dari 9,7 persen menjadi 10,0 persen. Sedangkan PKS sebagai oposisi naik elektabilitasnya dari 7,9 persen menjadi ranking ketiga nasional dengan elektabilitas 8,1 persen.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved