Pria ini adalah Pasien Covid-19 Terlama Dirawat di Dunia, Sudah Dirawat 850 Hari Lamanya

Keluarganya sempat memintanya untuk diam di rumah, namun karena merasa bosan, pria ini memutuskan keluar rumah di saat Pandemi Covid-19 masih ganas.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Tenaga kesehatan melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 diruang ICU di RSUD Koja, Jakarta Utara. Foto diambil Selasa (29/6/2021). 

SRIPOKU.COM -- Anda mungkin tidak terlalu mengenak sosok Marc Lewitinn.

Namun tak banyak yang tahu jika pria berusia 76 tahun ini adalah salah satu pasien Covid-19 dengan waktu perawatan paling lama di dunia.

Marc sudah menjalani perawatan di rumah sakit dengan menggunakan ventilator selama lebih dari 2 tahun, tepatnya selama 850 hari.

Namun sayang, pada 23 Juli 2022 lalu, Marc dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung di Palisades Medical Center, North Bergen, New Jersey.

Melansir Kompas.com, meskipun tidak ada statistik komprehensif berapa lama pasien Covid-19 bertahan hidup dengan ventilator, para ahli medis mengatakan bahwa Lewitinn mungkin memegang rekor tersebut.

Dalam beberapa catatan, beberapa pasien ada yang telah bertahan lebih dari tiga bulan, seperti seorang pasien di Alabama yang berhasil keluar dari respirator setelah 187 hari.

Tak satu pun dari mereka yang mendekati rekor Lewitinn, dikutip dari New York Times.

Para dokter menuturkan, kekuatan fisik, mental, dan kecepatan yang digunakan oleh lembaga medis untuk mengembangkan protokol perawatan Covid-19 jangka panjang diyakini sebagai alasan Lewitinn bisa bertahan dalam waktu yang lama.

"Dia menjalani perjalanan yang panjang dan sulit," tulis Dr Abraham Sanders, salah satu dokternya di Weill Cornell.

"Dia adalah pria yang kuat dan penerima manfaat dari perawatan medis yang canggih," sambungnya.

Ilustrasi pasien Covid-19.
Ilustrasi pasien Covid-19. (Ist/handout)

===

Cerita Lewitinn bermula ketika Covid-19 melanda seluruh negeri pada Maret 2020v silam.

Keluarga Lewitinn sempat mendesaknya untuk tetap tinggal di dalam rumah karena adanya wabah tersebut.

Sebelumnya, pria ini berhasil selamat dari kanker paru-paru dan stroke yang membuatnya tidak dapat berbicara.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved