1.300 Ekor Sapi Sudah Divaksin PMK di Musi Rawas Dipasang QR Code, Distannak Mura Ungkap Tujuannya

Mempermudah proses pendataan dan pencatatan dalam pemantauan sebanyak 1.300 ekor sapi milik masyarakat di Kabupaten Musi Rawas dipasang tanda pengenal

Penulis: Eko Mustiawan | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Eko Mustiawan
Saat pemasangan tanda pengenal atau identitas pada ternak sapi yang sudah divaksin PMK di Musi Rawas 

SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Mempermudah proses pendataan dan pencatatan dalam pemantauan, sebanyak 1.300 ekor sapi milik masyarakat di Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, dipasang tanda pengenal atau identitas berupa Eartag Secure QR Code yang terhubung secara digital.


Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Musirawas, Zuhri Syawal melalui Kabid Pertenakan dan Keswan, Drh Marzuki mengatakan, saat ini Distannak Kabupaten Mura tengah melakukan penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) menggunakan tanda pengenal. 


"Sekarang kami sedang melakukan pendataan terhadap ternak sapi yang sudah divaksin PMK, kemudian diberikan tanda pengenal atau identitas berupa Eartag Secure QR Code," kata, Kepala Distannak Mura, Marzuki saat diwawancarai Sripoku.com, kemarin. 


Menurutnya, dimana QR Code tersebut terhubung langsung secara digital, sehingga ketika code tersebut diakses, maka akan muncul informasi-informasi tentang ternak tersebut, termasuk informasi sudah divaksin PMK


"Di code itu ada data-data, termasuk informasi kalau sapi itu sudah di vaksin PMK. Jadi, tidak perlu khawatir lagi, kalau salah," ungkapnya. 


Dikatakan Marzuki, kegiatan tersebut dilakukan di dua Kecamatan yakni Kecamatan Muara Beliti di Desa Muara Beliti Baru dan di Kecamatan Tugumulyo meliputi di Desa L Sidoharjo, Desa Q1 Tambah Asri, Desa G1 Mataram, dan Desa H Wukirsari. 


"Sedikitnya ada 1.300 ekor sapi yang sudah dipasang tanda pengenal, dan semuanya akan kita pasang tanda pengenal," ungkapnya. 


Ditambahkan Marzuki, pemasangan eartag ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan ternak. 
 
"Selain itu, tujuan pemasangan eartag juta untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi," ungkapnya. 


Lebih lanjut Marzuki mengatakan, vaksinasi PMK akan terus dilakukan pada ternak milik masyarakat. Bahkan, terbaru Distannak Kabupaten Mura kembali menerima bantuan vaksin untuk 2.500 ekor dari Kementrian melalui Provinsi Sumsel.


"Kami dapat lagi bantuan vaksin sebanyak 2.500 ekor, vaksinnya sudah ada tinggal lagi pelaksanaannya. Dalam waktu dekat akan kita laksanakan," ucapnya. 


Terlepas dari itu, meskipun PMK sudah tidak seheboh sebelumnya, namun peternak di Kabupaten Mura tetap dihimbau agar mewaspadainya dan segera melaporkan ke petugas kesehatan hewan, jika ternaknya memiliki gejala-gejala yang mengarah ke PMK


"Jangan panik, kalau ada ternaknya yang mengalami gejala yang mengarah ke PMK seperti demam tinggi, nafsu makan berkurang, ada luka di kaki dan di mulut, lidah serta mengeluarkan air liur yang berlebihan hingga berbusa, cepat lapor ke petugas kesehatan hewan," tutupnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved