Berita Palembang

Ditanya Obsesi Nyagub, DIVA era 80-an Maya Rumantir: Sebenarnya Obsesi Saya Gak Pernah Jabatan

Maya Olivia Rumantir yang telah dua periode menjadi senator ini saat Kunker Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI ke Provinsi Sumsel rapat

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: bodok
SRIPOKU.COM/fiz
DIVA era 80-an Maya Rumantir senator DPD RI Dapil Sulawesi Utara diwawancarai saat Kunker Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI ke Provinsi Sumsel rapat dengar pendapat hasil pemeriksaan semester II dalam rangka menindaklanjuti IHPS (Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester) II Tahun 2021 di kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, Kamis (15/9/2022) kemarin. 

Kemudian pada 1981, Maya menelurkan album pertamanya, Rindunya Hatiku (1981).

Dia lalu aktif menelurkan karya berupa album musik pada era 80an.

Beberapa album musiknya di antaranya Hatiku Masih Rindu (1982), Daun-daun Kering (1982), Terlena (1983), Karnamu (1983), Siapakah Dirimu (1983), Bukan Salahku, Bukan Juga Salahmu (1984), Manis di Bibir, Pahit di Hati (1984), dan Mengapa Kau Lakukan (1986). Kemudian pada tahun 2012, dia juga merilis album Indonesia Bersinar, Dunia Bersinar.

Penggemar minta waktu kesempatan berfoto bareng DIVA
Penggemar minta waktu kesempatan berfoto bareng DIVA era 80-an Maya Rumantir senator DPD RI Dapil Sulawesi Utara saat Kunker Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI ke Provinsi Sumsel rapat dengar pendapat hasil pemeriksaan semester II dalam rangka menindaklanjuti IHPS (Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester) II Tahun 2021 di kantor BPK RI Perwakilan Sumsel, Kamis (15/9/2022).

Selama berkarier sebagai seorang penyanyi, Maya Rumantir terpilih sebagai Queen of BASF Indonesia dan meraih penghargaan Golden Record untuk penyanyi pop tahun 1985-1986.

Di luar karier menyanyi, Maya Rumantir juga bersinar di dunia modelling, di mana dia berhasil meraih gelar The Best Indonesian Photo Model pada tahun 1988. Dia juga sempat terjun ke dunia akting dan bermain dalam film Nostalgia di SMA (1980) dan Cinta di Balik Noda (1984).

Meski sudah tak muda lagi namun masih terlihat cantik dengan lesung pipi, tetap terlihat modis dengan rambut highlight berkacamata minus, masih saja disapa penggemarnya yang sekadar meminta waktu untuk foto bareng seperti di kantor BPK RI Perwakilan Sumsel kemarin. 

"Selalu banyak (yang minta foto bareng). Semuanya deh (tidak hanya kalangan ibu-ibu), bapak-bapak, ibu-ibu. Yang jelas yang pasti kenal, pasti masih semangat yang dulu, senanglah ketemu (penggemar)," kata Maya yang mengenakan kemeja uniform DPD RI warna biru dongker dipadu sepanjang biru tua. 

Maya yang mengaku masih ada program tayang di layar kaca mengajak untuk saling mendoakan hidupnya yang sehat supaya terus dipakai Tuhan untuk berbakti kepada kemanusiaan, bangsa dan negara. 

"Saya masih ada program-program, tetapi semua misinya kebangsaan untuk bagaimana memberikan semangat kepada semua terutama para pengambil keputusan supaya semakin bijaksana demi kesejahteraan pada masyarakat, bangsa dan negara. Terutama menyelamatkan generasi masa depan bangsa," ucapnya. 

Ia memotivasi untuk meningkatkan selalu kualitas agar menjadi andalan bangsa dan negara. Memahami bukan menghafalkan Pancasila, tapi memahami nilai-nilainya.

"Nah seringkali orang hafal Pancasila, tapi berkeperikemanusiaan, keadilan, kebenaran, seperti yang dimaksudkan Pancasila itu Persatuan Indonesia itu kan belum terwujudkan semuanya secara maksimal yang diharapkan," pungkasnya. 

Lulusan Master "Bisnis Pendidikan" di University Of America, New Orleans, Louisiana, USA dan Doktor di Bidang Administrasi Masyarakat (Komunikasi Manusia) di Universitas Columbia, Metaire, Louisiana, USA ini menerima  2 gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) yaitu di bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dari University Pasific Western, Los Angeles, USA dan di bidang Bussiness Administration.

Maya sudah lama aktif di bidang sosial,antara lain, ia mendirikan Yayasan Maya Bhakti Pertiwi, mendirikan Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia (IPSDM) Maya Gita, Mendirikan Komunitas Doa Persahabatan dan Perdamaian (SABDA).

Melalui Yayasan sosialnya tersebut Maya aktif dalam berbagai aktivitas sosial  di berbagai daerah Indonesia dan bahkan, aktivitas ini  juga membawanya ke beberapa negara untuk masalah kemanusiaan dan perdamaian, seperti Amerika dan Calcutta, India.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved