Berita OKU Timur

Terdakwa Kasus Sabu 1 Kg di OKU Timur Divonis 20 Tahun, Lebih Tinggi 1 Tahun dari Tuntutan Jaksa

Vonis 20 tahun penjara ini lebih tinggi satu tahun dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 19 tahun penjara.

Editor: Ahmad Farozi
edo/ts
Hakim Ketua Bob Sadiwijaya bersama hakim anggota dalam sidang vonis MH (25) pengedar sabu antar provinsi dengan barang bukti 1 Kilogram sabu di Pengadilan Negeri Baturaja, tempat sidang Martapura, Kamis (1/9/2022). 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Terdakwa pengedar narkoba antar propinsi dengan barang bukti 1 kilogram sabu menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Baturaja, tempat sidang Martapura, Kamis (1/9/2022).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Bob Sadiwijaya itu, terdawa MH yang mengikuti sidang secara virtual divonis menjalani hukuman penjara 20 tahun.

Vonis 20 tahun penjara ini lebih tinggi satu tahun dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 19 tahun penjara.

Dalam sidang putusan tersebut, Majelis Hakim menyatakan bahwa terdakwa MH terbukti bersalah tentang penyalahgunaan narkotika.

Sehingga Hakim Ketua Bob Sadiwijaya memberikan vonis hukuman kepada terdakwa selama 20 tahun kurungan penjara.

"Menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana tanpa hak menjadi perantara dalam jual beli narkotika yang beratnya melebihi 5 gram dengan pidana selama 20 tahun denda 2 Miliar," kata Ketua Majelis Hakim, Bob Sadiwijaya.

"Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayarkan maka diganti pidana 6 bulan penjara," sambungnya.

Terdakwa diamankan pihak kepolisian di dalam sebuah pondok yang letaknya di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur pada Jumat (15/4/2022) yang lalu.

Saat ditangkap, ia membawa tas yang berisi narkotika jenis sabu seberat 1 Kilogram. Diketahui MH memperoleh narkoba tersebut dari jaringan Pekanbaru Riau dan Malaysia.

Adapun terdakwa berasal dari Sulawesi Selatan, namun dari keteranganya dalam satu tahun terakhir ia tinggal di Kabupaten OKI. (edo pramadi/ts)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved