Berita PLN

Eduekowisata Kampung Jenggalu Kito, Pelestarian Mangrove dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Pemecahan Rekor MURI dan Upacara Peringatan Kemerdekaan diatas Kawasan Konservasi Mangrove Bengkulu

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/Humas PLN
Rangkaian kegiatan Launching Kampung Eduekowisata Jenggalu Kito dilanjutkan dengan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih diatas Kawasan Mangrove Delta Sungai Jenggalu pada Rabu (17/08/2022) bertepatan dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77. 

SRIPOKU.COM, BENGKULU - Perayaan Hari Kemerdekaan RI tahun ini dirasakan lebih meriah oleh warga RT 08 RW 03 Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu, yang sukses Eduekowisata Kampung Jenggalu Kito.

Pasalnya, kampung yang berada di kawasan konservasi mangrove Bengkulu itu telah 'disulap' menjadi Kampung, Eduekowisata Kampung Jenggalu Kito melalui program sinergi antara PLN dan Lestari Alama Laut Untuk Negeri (LATUN).

Tak kurang dari 200 warga di Kampung Eduekowisata Jenggalu Kito, kini terlibat dalam program pelestarian alam sekaligus peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan warga dalam program yang telah dimulai sejak 2021 lalu itu.

kampung yang berada di kawasan konservasi mangrove Bengkulu itu telah 'disulap' menjadi Kampung, Eduekowisata Kampung Jenggalu Kito melalui program sinergi antara PLN dan Lestari Alama Laut Untuk Negeri (LATUN).
Selamat datang di kampung yang berada di kawasan konservasi mangrove Bengkulu itu telah 'disulap' menjadi Kampung, Eduekowisata Kampung Jenggalu Kito melalui program sinergi antara PLN dan Lestari Alama Laut Untuk Negeri (LATUN). (SRIPOKU.COM/Humas PLN)

Awalnya, PLN bersama LATUN fokus pada penyelamatan kawasan pesisir pantai Kota Bengkulu melalui penanaman bibit mangrove pada wilayah yang terletak di delta sungai Jenggalu.

Dalam perjalanannya, kerjasama tersebut berlanjut menjadi pengembangan ekonomi warga sekitar Kampung Jenggalu melalui program yang sejalan dengan konservasi mangrove disana.

Dengan program yang telah dikembangkan di Kampung Eduekowisata Jenggalu Kito, memberikan harapan baru warga Jenggalu dan LATUN untuk mendapatkan peningkatan ekonomi melalui wisata edukasi dan ekologi yang ada disana.

Puncak kemeriahan Kampung Eduekowisata Jenggalu Kito adalah saat Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah me-launching Kampung Jenggalu Kito (KJK) sebagai kampung Edu Ekowisata yang berbasis hutan mangrove pada Senin(15/8/22) lalu.

Sejalan dengan PLN Peduli, Gubernur Rohidin berpesan agar keberadaan KJK  sebagai Edu-Ekowisata selain menjaga kawasan pesisir juga memberikan dampak perekonomian bagi warga sekitar.

Menurut Rohidin, ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan mengrove untuk fungsi konservasi dan kebencanaan serta memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Kemudian kegiatan - kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mulai dari pembibitan, dengan harapan pelestarian kawasan mangrove dikawasan pesisir Bengkulu, mampu mencegah terjadinya bencana dikawasan pesisir, ini sangat penting selain menjadi biota ekosistem," ungkapnya.

rekor minum teh mangrove dan diminum serentak oleh 1000 penikmat teh
Bertepatan dengan dilaunchingnya KJK, Latun dan warga KJK sukses pecahkan rekor minum teh mangrove dan diminum serentak oleh 1000 penikmat teh pada Selasa (16/08/2022) kemarin, sehingga Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan Piagam Rekor MURI Sajian Teh Mangrove Terbanyak kepada LATUN Bengkulu.
Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved