Breaking News

Berita Lubuklinggau

Sudah Tiga Minggu Sopir Angkot di Lubuklinggau Kesusahan Dapatkan Pertalite, Sekarang Serba Susah

Saat ini stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa SPBU di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Antrian di SPBU Dodo City Jalan Yos Sudarso Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan (Sumsel). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa SPBU di Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) dikeluhkan masyarakat.

Sudah sejak tiga minggu terakhir, hampir semua SPBU di Kota Lubuklinggau terjadi kekosongan BBM jenis Pertalite

Akibatnya, semua SPBU di Kota Lubuklinggau terjadi antrian panjang hinga memakan bahu jalan.

Salah satunya di SPBU Dodo City Jalan Yos Sudarso kota ini, antrian kendaraan di tempat pengisian BBM Pertalite mengular hingga sampai tiga lapis.

Andri, salah seorang sopir angkot di Kota Lubuklinggau mengaku sudah hampir tiga pekan terakhir sulit mendapatkan BBM Pertalite, akibatnya dirinya harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya BBM.

"Sekarang kami ini serba susah, sudah penumpang sepi sekarang ditambah Pertalite sangat susah didapat," ungkapnya, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Tak Termasuk Sumsel, Ini 11 Wilayah yang Wajib Daftar MyPertamina untuk Beli Pertalite dan Solar

Padahal menurutnya sistem sopir angkot ini selalu berjalan terus, karena posisi mobil harus selalu jalan mencari penumpang.

Sementara kondisi sekarang waktu habis mengantri di SPBU.

"Karena rata-rata saat sore semua Pertalite di SPBU habis," ungkapnya

Dirinya pun berharap kepada pemerintah, sehingga para sopir angkot tidak terbebani dan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Jangan sampai masyarakat kecil menjerit baru ada solusi, kalau bisa secepatnya stok aman seperti sebelumnya," ujarnya.

Sementara, Pengawas Lapangan SPBU Dodo City, Bagas mengatakan sudah tiga minggu terakhir pengiriman Pertalite dikurangi yang sebelumnya 32 kilo liter (KL) menjadi 24 KL.

"Sebelumnya berapapun yang kita minta selalu diberi, sekarang sekali pengiriman hanya 24 KL," ungkapnya.

Akibat karena pengurangan ini hampir setiap hari terjadi antrian panjang, bahkan hanya dalam hitungan jam kadang stok sudah habis.

"Akibat banyaknya masyarakat yang mengantri kadang tidak sampai malam sudah habis, kadang kalau terlalu ramai hanya hitungan jam sudah habis," ujarnya.

Baca juga: Apa Itu QR Code? Kode yang Harus Dipakai saat Membeli Pertalite dan Solar di Aplikasi MyPertamina

Bagas juga mengungkapkan, akibat kenaikan harga BBM non Subsidi membuat penjualan BBM Non Subsidi mengalami penurunan terutama pada Pertamax turbo dan Dexlite.

"Turun pasti karena para pengguna Pertamax sekarang banyak juga yang beralih pakai Pertalite, kemudian yang biasa pakai Dexlite sekarang pakai solar," ungkapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved