TENTARA Ukraina Klaim Hancurkan 4 Howitzer dan Bunuh 38 Prajurit Rusia, Laut Hitam Dilanda Badai

Rusia menggempur wilayah selatan Ukraina pada Minggu 10 Juli 2022. Gempuran pasukan Rusia tersebut mendapat perlawanan sengit dari prajurit Ukraina

Tayang:
Editor: Sudarwan
Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina
Ilustrasi peralatan tempur yang dihancurkan pasukan Ukraina di wilayah selatan. 

SRIPOKU.COM - Pasukan Rusia masih terus melakukan serangan di sejumlah wilayah Ukraina, di antaranya wilayah selatan.

Serangan pasukan Rusia mendapat perlawanan sengit dari para pembela Ukraina.

Tentara Ukraina mengklaim melenyapkan hampir 40 prajurit Rusia dan menghancurkan empat howitzer di wilayah ini pada Minggu, 10 Juli 2022.

Baca juga: RUSIA Tertawa Lebar, Ukraina Menangis Dengar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mundur

Pada hari itu para pembela Ukraina mengklaim melenyapkan 38 agresor Rusia dan menghancurkan 10 unit peralatan militer, serta dua depot amunisi.

Klaim tersebut disampaikan Komando Operasi Selatan sebagaimana dilansir Ukrinform, Agensi Berita Nasional Ukraina.

Kerusakan bangunan di wilayah Donetsk Ukraina akibat serangan pasukan Rusia pada Senin lalu.
Kerusakan bangunan di wilayah Donetsk Ukraina akibat serangan pasukan Rusia pada Senin lalu. (Ukrinform.net)

“Di zona operasional kami, musuh terus mempertahankan garis pertahanannya, berhenti bergerak maju melalui darat, tidak memiliki kemampuan atau kapasitas untuk membentuk kelompok penyerang baru," tulis pernyataan yang ditulis Komando Operasi Selatan.

"Pasukan kami mempertahankan kecenderungan untuk terus menekan musuh dengan penggunaan tak terduga dari berbagai bentuk dan metode pengaruh," tambah pernyataan itu.

Dilaporkan juga tercatat bahwa di wilayah Kherson, sepasang pesawat serang menyerang sekelompok pasukan Rusia.

Pesawat tersebut menyerang pos komando dan kontrol brigade artileri Rusia dan Garda Rusia.

Kerugian yang dikonfirmasi dari Rusia berupa 38 personel dan 10 unit peralatan militer, termasuk empat howitzer Msta-B, MANPAD dan lima kendaraan.

Baca juga: RUSIA Negara Nuklir, Lebih Berani dari Vladimir Putin, Mantan Presiden Tantang Negara Barat

Selain itu, dua depot amunisi dihancurkan di wilayah Kherson.

Pada bagian lain dilaporkan saat ini Laut Hitam sedang dilanda badai.

Rusia mengurangi jumlah kapal pendarat besar yang selama ini dikerahkan, menjadi dua kapal saja.

“Sementara dua kapal rudal tetap siap tempur, membawa 16 rudal jelajah Kalibr,” tulis laporan itu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved