RUSIA Tertawa Lebar, Ukraina Menangis Dengar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Mundur

Boris Johnson tak ragu untuk mengelontorkan bantuan persenjataan tercanggih yang dimiliki Inggris untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Editor: Wiedarto
(PA/KIRSTY O'CONNOR via AP)
Mundurnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat Rusia tertawa, sementara Ukraina berduka. dalam pidato kenegaraan di Downing Street, London, untuk menyampaikan kabar terbaru tentang program booster vaksin Covid-19, Minggu (12/12/2021). 

SRIPOKU.COM, LONDON-- Kabar mundurnya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendapat reaksi yang berbeda dari Rusia dan Ukraina. Bagi Rusia mundurnya Boris patut dirayakan.

Sementara itu, bagi Ukraina, lengsernya Perdana Menteri Inggris Boris Johnson membuat sedih Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Selama ini, Inggris di masa pemerintahan Boris Johnson berada di garda depan.

Boris Johnson tak ragu untuk mengelontorkan bantuan persenjataan tercanggih yang dimiliki Inggris untuk membantu Ukraina perang melawan invansi Rusia.

Sejumlah politisi Rusia merayakan mundurnya Boris Johnson dari kursi Perdana Menteri Inggris pada Kamis (7/7/2022).

Beberapa orang di Rusia bahkan menyebut Johnson sebagai “badut” yang akhirnya mendapatkan hadiah karena mempersenjatai Ukraina melawan Rusia.

Johnson mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis setelah dia ditinggalkan oleh para menteri dan sebagian besar anggota parlemen Konservatif karena serangkaian skandal.


Setelah invasi, Johnson menjadikan Inggris sebagai salah satu pendukung Ukraina terbesar di Barat, mengirimkan senjata, menjatuhkan beberapa sanksi terhadap Rusia, dan mendesak Ukraina untuk mengalahkan Moskwa. Johnson juga telah dua kali mengunjungi Kyiv untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dukungan Johnson terhadap Ukraina begitu kuat sehingga ia dikenal sebagai Borys Johnsoniuk oleh beberapa orang di Kyiv. Johnson juga terkadang mengakhiri pidatonya dengan berkata "Slava Ukraini" alias "kemuliaan bagi Ukraina".

Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Maria Zakharova mengatakan, kejatuhan Johnson adalah gejala kemunduran Barat. Dia menanambahkan, Barat telah terbelah oleh krisis politik, ideologis, dan ekonomi.

“Pesan moral dari cerita ini adalah: jangan berusaha untuk menghancurkan Rusia,” kata Zakharova. “Boris Johnson terkena bumerang yang diluncurkan oleh dirinya sendiri. Rekan-rekan seperjuangannya menyerahkannya,” imbuh Zakharova.


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merespons mundurnya Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Pada Kamis (7/7/2022), Zelensky menelepon Johnson untuk mengungkapkan kesedihannya atas pengunduran diri PM Inggris itu. "Kami semua menyambut berita ini dengan sedih,” Kata Zelensky dikutip dari Kantor Kepresidenan Ukraina, sebagaimana dilansir AFP.


“Bukan hanya saya, tetapi juga semua masyarakat Ukraina yang sangat bersimpati dengan Anda,” sambung Zelensky.

Dia juga mengulangi betapa bersyukurnya warga Ukraina atas dukungan Johnson sejak invasi Rusia. Johnson sendiri juga dipandang sebagai salah satu pendukung Ukraina yang paling vokal dan bersemangat di Barat.


“Kami tidak ragu bahwa dukungan Inggris akan terus berlanjut, tetapi kepemimpinan pribadi Anda dan karisma Anda membuatnya istimewa,” ujar Zelensky.

Diberitakan sebelumnya, Johnson akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada Kamis setelah menjabat sebagai PM Inggris selama sekitar tiga tahun. Johnson sebelumnya telah ditinggalkan oleh puluhan menterinya setelah berbagai skandal yang menerpanya.
“Proses pemilihan pemimpin baru harus dimulai sekarang dan jadwalnya akan diumumkan minggu depan,” kata Johnson, sebagaimana dilansir Reuters.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved