Berita Ogan Ilir

Triwulan I dan II 2022, Satresnarkoba Polres Ogan Ilir Berantas Sabu 2,8 Kg Serta 7,6 Gram Ekstasi

enginjak pertengahan tahun 2022, Satresnarkoba Polres Ogan Ilir telah mengungkap puluhan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Agung
Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy memimpin rilis ungkap kasus sabu seberat 1,1 kilogram, Selasa (31/5/2022). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Menginjak pertengahan tahun 2022, Satresnarkoba Polres Ogan Ilir telah mengungkap puluhan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika.


Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy, melalui Kasat Resnarkoba AKP Mukhlis menerangkan, ungkap kasus narkoba didominasi oleh kepemilikan sabu.


"Selama dua triwulan, total ada 39 JTP (jumlah tindak pidana) yang masuk ke kami. Kebanyakan kepemilikan sabu," terang Mukhlis, Jumat (24/6/2022).


Pada triwulan pertama periode Januari-Maret 2022, Satresnarkoba Polres Ogan Ilir menuntaskan 26 JTP.

Baca juga: Polres OKI Gagalkan Peredaran Narkoba Seberat 3 Kg, Kecamatan Sungai Menang Target Peredaran


Hasilnya, petugas menyita barang bukti narkoba berupa sabu sebanyak 192,31 gram dan pil ekstasi total 6,22 gram.


Pada masa triwulan pertama tepatnya pada akhir Januari lalu, polisi kembali menggerebek kampung narkoba di Desa Kerinjing dan Sekonjing, Kecamatan Tanjung Raja.


"Dan salah satu ungkap kasus dengan BB (barang bukti) cukup banyak di triwulan pertama itu di Tanjung Raja. Waktu itu Maret, BB-nya sabu 97,98 gram," ungkap Mukhlis.


Berlanjut ke triwulan kedua periode April-Juni, JTP lebih sedikit, namun barang bukti lebih banyak.


Dijelaskan Mukhlis, dia dan timnya menangani 13 JTP atau separuh dari JTP di triwulan pertama.


"Pada triwulan kedua, kami mengamankan barang bukti berupa sabu 2,626 kilogram dan ekstasi 1,42 gram," jelas Mukhlis.

 

Baca juga: Tersinggung Lantaran Sabu-sabu Ditawar, Bandar Narkoba di Muba Ini Habisi Nyawa Pembelinya


Yang terbaru dan paling hangat ialah ungkap kasus kepemilikan sabu seberat 2,5 kilogram di Indralaya pada akhir Mei lalu.


Ketika itu, Mukhlis dan anak buahnya meringkus seorang kurir asal Palembang yang hendak mengantar sabu ke Prabumulih.


"Kasus terakhir ini, tersangka sempat berusaha mengelabui polisi dengan menyertakan tawas di samping kemasan sabu.

Namun berkat kesigapan petugas kami, semua barang bukti dapat diamankan dan sudah dimusnahkan," kata Mukhlis.

 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved