Berita Palembang
Pasar Ikan Modern Palembang Terbengkalai, Malam Hari Diduga Sering Dijadikan Tempat Asusila
Pasar Ikan Modern Sako Palembang, merupakan pasar ikan modern pertama di Pulau Sumatera dan ketiga di seluruh Indonesia
Penulis: Zaini | Editor: Odi Aria
"Saya masih bertahan karena masih semangat, komitmen sesuai dari awal saat bergabung ingin membesarkan pasar. Tapi saya juga berharap pengelola punya inisiatif untuk membuat pasar ini ramai pengunjung," katanya, Senin (7/6).
Sedikitnya jumlah pedagang tak terlepas dari sepinya pengunjung yang datang.
Baru setelah ada pasar ikan hias jumlah pedagang sekit bertambah dan akhir pekan pengunjung mengalami sedikit peningkatan.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

"Yang datang pun hanya pelanggan saja. Walau disini ada yang jual sayur, makanan tapi tetap sepi. Kalau ramai pun lakunya hanya 5 kilo," katanya.
Sementara sepinya pedagang dan pembeli di PIM dikhawatirkan membuat bangunan yang didanai APBN menjadi terbengkalai dan menimbulkan kerugian negara.
Hal tersebut akan menimbulkan apa yang dibangun menjadi sia-sia.
Menurut anggota DPRD Kota Palembang, Ridwan Saiman, sejak awal pihaknya menilai bahwa pembangunan Pasar Ikan Modern di kawasan Jalan MP Mangkunegara tersebut studi analisanya dinilai tak tepat.
Bahkan, beberapa fraksi di DPRD termasuk Fraksi PKS juga mempertanyakan soal pembangunan PIM.
Menurutnya, PIM berada dilokasi yang salah karena sudah pasti akan membuat cost operasional menjadi besar sebab jauh dari sisi perairan. Harusnya, sebuah pasar ikan harus dibangun dekat dengan dermaga atau perairan.
"Lihat saja di 10 Ulu sampai saat ini masih ramai-ramai saja karena dekat dengan air. Kok ini pasar jauh dari air," katanya, Senin (7/6).
Ridwan mengaku awalnya tak tahu itu pembangunan di lokasi tersebut peruntukkannya apa. Malah ia berpikir pembangunan tersebut untuk Kantor Kecamatan Ilir Timur II.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

"Kalau memang tak laik untuk pasar ikan harusnya segera dikoordinasikan sebagai apa, bisa kantor pemerintahan.
Apalagi di Palembang masih ada kantor pemerintahan yang tak laik seperti di Sematang Borang yang kantornya kecil, UPT dan masih banyak lagi.