Berita Palembang

Pasar Ikan Modern Palembang Terbengkalai, Malam Hari Diduga Sering Dijadikan Tempat Asusila

Pasar Ikan Modern Sako Palembang,  merupakan pasar ikan modern pertama di Pulau Sumatera dan ketiga di seluruh Indonesia

Penulis: Zaini | Editor: Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Pasar Ikan Modern (PIM) Palembang dibangun setinggi dua lantai di atas lahan seluas 9.319 meter persegi dengan lebar 6.348 meter persegi  yang diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada tahun lalu, kini terkesan terbengkalai, Rabu (8/6/2022).

Pasar Ikan Modern Sako Palembang,  merupakan pasar ikan modern pertama di Pulau Sumatera dan ketiga di seluruh Indonesia.

Kini PIM ditinggal pedagangnya sejak lebih kurang 1 tahun lalu bahkan Pandemi Covid-19 melanda hingga saat ini pengunjung bertambah sepi. 

Rusdi, koordinator pedagang ikan hias PIM juga salah satu pemilik dari 6 lapak pedagang hias mengaku yang tersisa pedagang masih sedikit bertahan.

"Kami pedagang sangat khawatir, prihatin dan ngeri, coba bayangkan kalau malam dilantai II sering dijadikan tempat asusila.

Bahkan beberapa fasilitasi dirusak dan kacanya pecah ada juga disalah satu ruangan dijadikan bengkel, bahkan restoran seafood yang buka dan konsepnya sudah bagus hengkang setelah 3 bulan PIM ini diresmikan karena sepi. 

Ia berharap Pemerintah Kota Palembang segera mengambil langkah-langkah mengelola dan meramaikan kembali  Pasar Ikan Moder ( PIM) ini.

"Karena sayang aset negara miliaran rupiah ini terbengkalai" ungkapnya. 

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Rusdi menambahkan, jika pemerintah Kota Palembang menujuk sementara untuk mengelola Pasar Ikan Modern ( PIM) ini maka ia akan siap untuk mendatangkan pedagang-pedagang ikan atau pedagang lainnya.

"Saya sudah siap dengan konsep dan program untuk memajukan pasar ini" terangnya. 

Telan Dana Rp 30 M

Diberitakan sebelumnya, berdiri megah di pusat keramaian Jalan MP Mangkunegara Palembang, Pasar Ikan Modern (PIM) yang dibangun Kementerian Kelautan dan Perikanan  RI kondisinya memprihatinkan.

Selain minim pengunjung, saat ini jumlah pedagang yang membuka lapak menyisakan tiga orang saja.

Mahmud, seorang pedagang yang masih bertahan di tempat tersebut mengungkapkan, awalnya jumlah pedagang yang membuka lapak di PIM berjumlah 48 orang. Namun hingga detik ini hanya tersisa tiga orang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved