IRT Gantung Diri di Palembang

IRT di Kebun Bunga Palembang Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah, Pihak Keluarga Tolak Autopsi

Korban diketahui berinisial AG (50), seorang ibu rumah tangga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di samping rumahnya.

Tayang:
Editor: Odi Aria
Dokumentasi Polisi
GANTUNG DIRI- Warga Perum Sukarami Indah RT 11/03, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri, Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 07.20 WIB. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Perum Sukarami Indah RT 11/03, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri, Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 07.20 WIB
  • Korban diketahui berinisial AG (50), seorang ibu rumah tangga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di samping rumahnya
  • Keluarga korban tolak dilakukan autopsi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Warga Perum Sukarami Indah RT 11/03, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang digegerkan dengan penemuan seorang perempuan yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri, Jumat (15/5/2026) pagi sekitar pukul 07.20 WIB.

Korban diketahui berinisial AG (50), seorang ibu rumah tangga yang ditemukan dalam kondisi tergantung di samping rumahnya.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Awi (68) setelah mendengar teriakan histeris dari anak korban, Jennifer Nieta Tasmin (37), sekitar pukul 06.00 WIB.

“Saya dengar anak korban berteriak minta tolong, lalu saya langsung ke rumahnya,” ujar saksi.

Saat mendatangi lokasi, saksi bersama anak korban mendapati AG sudah dalam kondisi tergantung di area samping rumah.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat yang selanjutnya diteruskan ke pihak kepolisian.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Sukarami bersama SPKT, Unit Reskrim dan Tim Inafis Polrestabes Palembang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Namun berdasarkan kondisi di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Pamapta SPKT Polrestabes Palembang Ipda Ammar didampingi Panit Ipda Fadli membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar, kami mendapat laporan dari ketua RT terkait adanya warga yang diduga gantung diri. Kami langsung melakukan olah TKP, mengambil keterangan saksi-saksi dan mengevakuasi korban,” ungkapnya.

Menurutnya, korban diduga mengalami tekanan psikologis karena harus merawat suami yang sedang sakit, sementara kondisi ekonomi keluarga juga cukup sulit.

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa korban sedang mengurus suaminya yang sedang sakit. Dikarenakan korban tidak bekerja diperkirakan mengalami depresi berat,” katanya.

Pihak keluarga disebut menolak dilakukan visum maupun autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan kepada pihak kepolisian.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved