Dua Kali Sidang Tertunda, Penasehat Hukum: Optimis Alex Noerdin Berpeluang Bebas

Majelis Hakim yang diketuai Yoserizal SH MM menunda sidang secara offline dugaan korupsi Pembangunan Masjid Sriwijaya agenda pemeriksaan Alex Noerdin

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Hakim Ketua Yoserizal memimpin lanjutan sidang pemeriksaan perkara Masjid Sriwijaya dengan terdakwa mantan Gubernur Sumsel (Ir H Alex Noerdin SH), di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Selasa (19/4/2022). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz


SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Untuk kedua kalinya Majelis Hakim yang diketuai Yoserizal SH MM menunda sidang secara offline dugaan korupsi Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya dengan agenda pemeriksan terdakwa mantan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan H Muddai Madang (mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya) dan saling bersaksi di Pengadilan Tipikor Palembang, hingga Kamis (19/5/2022). 


Redho Junaidi SH dan Ridwan Said SH membenarkan jika sidang yang seyogiyanya dijadwalkan digelar Rabu (18/5/2022) pukul 14.00, kemudian dinyatakan ditunda hingga besok pagi.


"Besok itu sidang pemeriksaan Pak Alex selaku terdakwa dalam perkara Masjid Sriwijaya, Pak Alex dan Pak Muddai Madang," ungkap Redho Junaidi SH. 

Menurut Redho, kalau kemarin itu ditunda karena sidangnya sampai jam 12 malam sehingga ditundalah dan dijadwalkan Rabu (18/5/2022) hari ini. 


"Tapi hari ini Majelis Sidang perkaranya klien kami Pak Alex Noerdin  itu sama dengan Majelis yang sidangnya Pak Dodi (Dodi Reza Alex)," ujar Redho Junaidi SH. 

Menurut Redho, meski dilakukan penundaan jadwal sidang, tim penasehat hukum tetap mengajukan permohonan agar saksi tetap dihadirkan secara offline. 

"Nah mau nunggu ini, saksinya sampai sekarang pun masih belum selesai yang sidang Pak Dodi ini karena pemajelisnya sama."

"Menunggu sampai jam berapa belum pasti apalagi hari sudah malam, ya terpaksa tadi penundaan. Tetap kami minta penundaannya melalui offline dan penetapannya sudah ada sidang besok untuk offline," kata Redho. 

Kalau terkait perkaranya menurutnya Alex Noerdin dalam perkara pembangunan Masjid Sriwijaya ini sekadar pengambil kebijakan jelas dari saksi-saksi yang diperiksa kemarin itu tidak ada satu rupiah pun aliran dana ke Alex. 

"Jadi agar masyarakat juga memahami mengenai kasus perkara ini. Jangan kemudian Pak Alex Noerdin itu terdakwa perkara korupsi, jadi imej yang ada bahwa Pak Alex itu mengambil uang Masjid itu tidak benar," ujar Redho. 

Redho mengatakan berdasarkan fakta-fakta saksi ahli yang diperiksa, saksi fakta, dokumen yang diperlihatkan di persidangan, mereka yakin InsyaAllah Pak Alex itu bakal divonis bebas. 

"Kami sangat yakin Hakim pun akan sependapat dengan kami bahwa tidak ada satu alat bukti pun yang membuktikan bahwa Pak Alex itu ada menerima alias aliran dana."

"Tidak ada sama sekali tapi apapun itu kami menghormati proses hukum, Majelis Hakim nantinya yang memutuskan," benernya. 

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Azwar Hamid SH MH membenarkan jika telah kembali diagendakan sidang dengan agenda pemeriksan terdakwa mantan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH dan H Muddai Madang (mantan Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya) dan saling bersaksi di Pengadilan Tipikor Palembang, Kamis (19/5/2022). 

"Kita hubungan bahwa dari alat bukti tsb bahwa terdakwa tentunya orang-orang yang secara hukum harus bertanggungjawab," ungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Azwar Hamid SH MH 

"Kita akan periksa kedua terdakwa. Nanti akan kita buka fakta-fakta. Baik keterangan saksi yang sudah kita periksa, ahli yang sudah kita hadirkan serta barang bukti dari alat-alat bukti tsb nanti kita hadirkan di fakta persidangan," kata Azwar Hamid. 

Selanjutnya kata Azwar Hamid, karena perkara Masjid Sriwijaya ini sudah ada 6 terdakwa yang sudah divonis majelis hakim. Sudah diproses di Pengadilan Tinggi dan dikuatkan. 

"Tentunya ini keyakinan bagi JPU bahwa Alex Noerdin dan Muddai Madang bersama alat bukti mereka harus bertanggung-jawab terhadap yang mereka lakukan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved