Ramadan 2022

Warung Makanan di Muratara Nekat Buka Tanpa Pasang Tirai, Siap-siap Ditutup Paksa Pol PP

Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sidak warung makanan

Editor: Odi Aria
Tribunsumsel.com/Rahmat
Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sidak warung makanan di kawasan pasar Lawang Agung Rupit, Selasa (19/4/2022). 

SRIOKU.COM, MURATARA - Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sidak warung makanan di kawasan pasar Lawang Agung Rupit, Selasa (19/4/2022).


Mereka menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait masih ada warung makanan yang tidak memasang tabir saat buka siang hari di bulan Ramadan ini.


"Masyarakat mengeluh jadi kami turun, sebenarnya sudah ada surat edarannya, tapi ternyata masih ada yang tidak mengindahkan edaran," kata Kabid Tibum dan Linmas Satpol PP Muratara, Beri Septra Karno, Rabu (20/8/2022).

 

Ia mengungkapkan, dari sidak mereka memang ditemukan sejumlah warung makanan yang secara gamblang memamerkan dagangannya tanpa ditutup menggunakan tabir.

"Tadi masih ada yang terang-terangan, seolah tidak menghargai orang-orang yang sedang berpuasa.


Tadi kita kasih teguran mereka nurut, kalau nanti kedapatan masih ngeyel, warungnya akan kita tutup paksa," tegasnya.

Salah seorang pemilik warung makanan, Mina mengungkapkan sudah memasang tabir di warungnya saat buka siang hari di bulan Ramadan, meskipun ia tak tahu bahwa ada edaran dari Pol PP.

"Saya tidak tahu kalau ada edaran, tapi dari awal memang saya tutup karena menghargai orang puasa.

Warung yang tidak pasang tabir itu mungkin karena belum tahu ada edaran, memang tidak ada edarannya sampai ke kami," katanya.


Sebelumnya, Kasat Pol PP Muratara, Syamsu Anwar mengatakan sebelum memasuki bulan Ramadan telah dibuat surat edaran tentang imbauan agar pemilik warung memasang tabir saat buka siang hari.

Surat edaran itu, kata dia, sudah disampaikannya kepada camat, kepala desa, dan lurah untuk diteruskan kepada masyarakat.

"Surat edaran sudah ada, sudah kita sampaikan ke masyarakat melalui camat, kades, lurah.

Harusnya ada kesadaran dari pemilik warung atau rumah makan itu sendiri," katanya.


Dalam edaran tersebut, terang Syamsu, sebenarnya jam operasional warung, rumah makan atau restoran selama bulan Ramadan dibatasi yakni mulai pukul 16.00 WIB dan harus memasang tabir.

"Tujuannya untuk menjaga kerukunan dan menghormati orang-orang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved