Berita Banyuasin
Usaha Tani Mina Padi, Lebah Madu Dijajal di Desa Baru Banyuasin
Hal ini dilakukan sebagai upaya mencari model penguatan penghidupan masyarakat di lahan gambutberwawasan lingkungan
SRIPOKU.COM, BANYUASIN-- Petani di desa Baru di Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumatera Selatan kini memiliki lahan uji coba (demonstration plot) budidaya ikan di sawah atau mina padi usaha tani dan lebah madu, yang akan dikelola secara bersama oleh masyarakat dan dibawah
bimbingan peneliti dan Tim Kerja Bersama dari unsur OPD Kabupaten Banyuasin.
Hal ini dilakukan sebagai upaya
mencari model penguatan penghidupan masyarakat di lahan gambut berwawasan lingkungan.
Uji coba ini merupakan buah dari proses panjang penggalian data dan penggalangan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk masyakarat desa, yang telah dilakukan sejak akhir tahun 2021.
Sebelumnya, peneliti dari World Agroforestry (ICRAF) Indonesia telah menggali data di desa, mengolah dan mengembalikannya sebagai bahan diskusi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Bersama dengan Forum DAS Sumsel telah dilakukan penguatan aspek
kelembagaan dan pembentukan komitmen bersama di tingkat desa, kecamatan , dan
kabupaten. Kegiatan ini adalah bagian dari kerja sama antara ICRAF, melalui Peat-IMPACTS and Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa,
Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan, dan OPD terkait lainnya.
Ujicoba ini merupakan bagian dari pengembangan rencana usaha (business model) yang dikembangkan untuk masyarakat desa berdasarkan hasil kesepakatan masyarakat desa sebagai
strategi matapencaharian dilahan gambut secara lestari, dimana masyarakat juga didampingi oleh Tim Kerja Bersama Kabupaten Banyuasin, dan dibentuknya tim kerja desa yang terdiri dari masyarakat desa yang secara aktif melakukan kegiatan ini.
Didampingi oleh Direktur ICRAF Indonesia Dr Sonya Dewi, Kepala Bappeda dan Litbang
Kabupaten Banyuasain Qosarudin, Bupati Banyuasin H. Askolani Jasi meresmikan dimulainya operasional lahan uji coba yang terbagi menjadi 2 zona (A untuk usaha tani mina padi dan untuk budidaya lebah madu), pada Rabu (20/4).
Askolani menyambut hangat prakarsa untuk memperkenalkan jenis-jenis usaha tani kepada para petani secara langsung sehingga diharapkan akan muncul rasa kepemilikan terhadap inisiatif tersebut dan dapat melakukan praktik adopsi terhadap jenis usaha tani dilahan gambuts ecara lestari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Tani-Mina-Madu-Banyuasin.jpg)