STOP Bikin Hal-hal yang Viral, Analisa Walikota Lubuklinggau Soal Antrean Minyak Goreng di Kotanya

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, meminta masyarakat Lubuklinggau jangan mudah terpengaruh dengan situasi viral, sehingga membuat panik.

Editor: Refly Permana
Tribunsumsel.com/eko
Antrean minyak goreng di Lubuklinggau, Jumat (4/3/2022) sore. 

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Saat ini penjualan minyak goreng di beberapa gerai minimarket Lubuklinggau selalu dipadati masyarakat.

Begitu mendengar minyak goreng masuk hampir semua gerai minimarket terjadi antrean panjang, kejadiannya pun viral di media sosial.

Bahkan, saat membeli minyak goreng saat ini harus dikawal polisi.

Pasalnya antrean warga bisa memicu kerumunan di saat Lubuklinggau melakukan penerapan PPKM level 3.

Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, meminta masyarakat Lubuklinggau jangan mudah terpengaruh dengan situasi viral, sehingga membuat masyarakat panik.

"Minyak goreng itu sejak sebulan lalu kita telah melakukan operasi pasar (OP), kita mengakui memang ada keterbatasan," ungkap  Nanan pada wartawan, Selasa (8/3/2022).

Kemudian yang kedua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau sudah memanggil distributor dan hasilnya sudah diketahui berbagai macam hal, seperti adanya keterbatasan diperparah kondisi viral.

"Lalu kita juga menduga ada gerakan masyarakat yang mengkondisikan, masyarakat ini diberi modal, itulah hal yang terjadi (di Lubuklinggau)," ujarnya.

Menurut Nanan, dari beberapa rekaman yang beredar itu bisa dilihat wajah-wajah masyarakat yang melakukan antre itu, harusnya itu biasa-biasa saja tidak mesti ada kesulitan yang berlebihan.

"Operasi pasar sudah beberapa kali kita gelar, sebentar lagi akan kita gelar lagi di seluruh kecamatan," ungkapnya.

Nanan pun meminta kepada pihak yang tidak bisa menyelesaikan masalah untuk berhenti membuat hal-hal yang viral, kalau ada agen yang disebutkan ada akan langsung dicek.

"Kepada oknum berhentilah, kalau pun ada seperti yang disebutkan, akan kita cek, agen distributor sudah kita cek, untuk apa mereka menahan harganya tetap sama kok, jadi tidak ada unsur penahanan," ujarnya.

Nanan menambahkan daerah tempat lain juga sama dengan Kota Lubuklinggau, tapi daerah lain itu tidak ada masalah, karena pemerintah pusat sejak awal sudah menyampaikan bahwa kenaikan ini berkaitan dengan  harga-harga CPO.

"Kalau kenaikan CPO ada, tapi sejauh ini mengarah kepada penimbunan belum ada, jadi kelangkaan saat ini dibuat sedemikian rupa sehingga terjadi viralisasi," tambahnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved