Pemerintah Kejar Target, Menkes Sebut Vaksin Booster Sudah Bisa Usai 3 Bulan Vaksin Kedua

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masyarakat yang telah divaksin dosis kedua tiga bulan lalu kini sudah bisa  menerima dosis booster.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
Dokumen sripoku.com
Sebanyak 150 orang warga binaan dan pegawai Lapas Kelas IIB Kayuagung menjalani vaksinasi dosis ketiga (Booster), Senin (28/2/2022). 

SRIPOKU.COM - Jarak penyuntikan vaksinasi ketiga atau booster kini dipangkas menjadi tiga bulan saja dari penyuntikan vaksin dosis kedua.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, masyarakat yang telah divaksin dosis kedua tiga bulan lalu kini sudah bisa  menerima dosis booster.

Dalam aturan sebelumnya vaksinasi booster dapat diberikan kepada masyarakat yang telah enam bulan dari  suntikan vaksinasi dosis pertama dan kedua atau vaksin primer.

"Vaksinasi booster sekarang sudah boleh tiga bulan jadi untuk dewasa. Bukan hanya lansia saja dewasa sudah boleh," kata Budi dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Kontan, Minggu (27/2/2022) lalu.

Budi mengimbau, masyarakat yang sesuai kriteria tersebut untuk segera mendapatkan vaksinasi booster.

Jika ingin melakukan vaksinasi booster pun masyarakat tak boleh pilih-pilih jenis vaksin.

"Kami pesan tolong jangan pilih-pilih vaksin. Yang ada sekarang dipakai saja. Sama ampuhnya, paling perbedaan titernya," ujar Budi.

Apalagi, menurut Budi, secara angka ada perbedaan secara klinis jika telah  di atas 250.

"Bedanya titer antibodi 7.000 sama 7.200 atau 7.000 atau 8.000 udah ga ada artinya, yang penting kalau sudah di atas 250," jelasnya.

Hingga kini tercatat 344 juta dosis vaksin yang disuntikkan untuk masyarakat Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved