Palembang PPKM Level 3

Hampir 3000 Kasus Aktif Covid-19 di Palembang, Begini Situasi Terkini Wisma Atlet Jakabaring

Penanggung Jawab Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Palembang, dr H Trisnawarman MKes SpKKLP punya alasan belum ada rencana menambah BOR Wisma Atlet.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Refly Permana
sripoku.com/hafiz
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel , dr H Trisnawarman MKes SpKKLP. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Meskipun pasien Covid-19 terus bertambah banyak, namun Penanggung Jawab Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Palembang, dr H Trisnawarman MKes SpKKLP punya alasan belum ada rencana menambah ketersediaan bed (BOR). 

"Masih tetap 100 bed BOR (Bad Occupancy Rate)  di sini tempat tidur yang kita siapkan. Kita mempertimbangkan efisiensi, jangan sampai terlanjur sewa," ungkap Trisnawarman kepada Sripoku.com, Senin (14/2/2022). 

Meski demikian, Trisnawarman yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menegaskan satu tower wisma atlet ini tetap sudah siap digunakan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pasien yang cukup banyak untuk dilakukan isolasi. 

"Tapi tower yang di sebelah itu (tower 6) sudah siap. Begitu tower 7 ini penuh penambahan, kita bisa langsung mempersilahkan masuk ke tower satunya. Kita gunakan tower 6," kata Trisnawarman. 

Diakunya bakal ada penambahan lagi pasien yang akan datang dari data update pasien covid 19 yang diisolasi mendapatkan perawatan di Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring Palembang. 

"Itu baru masuk lagi sekitar 13 pasien. Nanti bakal ada nambah lagi 8. Ada surat dari sebuah perusahaan. Tapi sekarang masih 13. Karena 8 ini masih menunggu konfirmasi kami kapan akan diantarkan," jelasnya. 

dr Trisnawarman yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menjelaskan pemakaian tempat tidur alias BOR (Bad Occupancy Rate) dengan ketersediaan kamar. 

"Sementara kan ada 300, kita siapkan dulu 100. Kalau seandainya membeludak, kita naikkan menjadi 300 persiapannya. Kita sudah siap 300," jelas dokter asli orang Palembang, kelahiran 9 September 1966.

dr Trisna yang juga merupakan Wakil Ketua III IDI Provinsi Sumsel dan Wakil Ketua PDKI (Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia) Cabang Sumsel mengatakan pasien yang diisolasi ini rata-rata pelaku perjalanan. 

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved