Breaking News:

Meskipun Gunung Api Dempo Berstatus Waspada, Warga Pagar Alam Akui Tak Panik, Paling Dekat 5 KM

Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagar Alam Sumatera Selatan sampai saat ini masih berstatus waspada atau level II sejak ditetapkan

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
Masyarakat Pagar Alam masih tetap beraktivitas seperti biasa meskipun GAD beratatus Waspada. 

 

 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Setiawan

SRIPOKU.COM, PAGAR ALAM -- Gunung Api Dempo (GAD) Kota Pagar Alam Sumatera Selatan sampai saat ini masih berstatus waspada atau level II sejak ditetapkan oleh BVMBG pada tanggal 7 Januari 2022 lalu.


Meskipun GAD berstatus waspada, masyatakat Kota Pagar Alam masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Masyarakat tidak panik dengan meningkatnya aktivitas GAD tersebut.


Hal ini berkat informasi yang disampaikan oleh pihak terkait yaitu Pos Pengamatan Gunung Api Dempo yang meminta masyarakat Pagar Alam tidak panik berlebihan terkait status GAD tersebut.


Suseno salah satu masyarakat Pagar Alam mengatakan, bahwa warga sekitar kaki Gunung Api Dempo sampai saat ini masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa meskipun GAD berstatus Waspasa.


"Sejak ada berita Gunung Api Dempo berstatus waspada kami sempat khawatir. Namun kami tidak panik karena dikabarkan radius yang tidak boleh didekati yaitu radius 1 kilometer dari bibir kawah Merapi Dempo," ujarnya.


Pasalnya kawasan permukiman warga mayoritas berjarak antara 5 kilometer sampai 10 kilometer dari kawasan puncak GAD.


"Permukiman paling dekat saja yaitu Kampung IV masih berjarak sekitar 5 kilometer dari kawah Dempo. Jadi kami yang ada di kawasan kota yang jaraknya 10 kolometer tidak terlalu panik namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan sembari mendengar kabar dari pihak terkait," katanya.


Sementara itu Petugas Pos Pengamatan GAD Megian mengatakan, bahwa memang dilevel II ini GAD tidak boleh didekati diradius 1 kilometer dari kawah Dempo. Sedangkan di sektor utara sejauh 2 kilometer radius yang tidak boleh didekati.


"Namun kami minta masyarakat tidak panik dan tetap waspada. Pasalnya kenaikkan level ini menunjukan bahwa aktivitas GAD sedang meningkat. Untuk itu harus tetap dipantau meskipun tipe letusan GAD ini tidak menunjukan tanda-tanda," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved