Breaking News:

BBM Pro Rakyat Sebuah Keharusan

Dengan alasan menurunkan kadar emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 14%. Perubahan ke Pertamax berpotensi akan menurun kembali emiisi CO2 sebesar 27%.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Isni Andriana, SE, M.Fin, PhD Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya 

Oleh: Isni Andriana, SE, M.Fin, PhD
Dosen Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya

SRIPOKU.COM -- Baru-baru ini muncul berita yang cukup mengejutkan yaitu kebijakan PT Pertamina Persero yang hanya akan menjual bahan bakar Pertamax dan menghapuskan penjualan Premium dan Pertalite.

Penghapusan jenis Premium dan Pertalite ini merupakan strategi penyederhanaan varian produk yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Permen KLHK) tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Dalam Permen KLHK tersebut, tertulis bahwa pemerintah menetapkan BBM tipe euro 4 atau setara BBM oktan 91 ke atas mulai tahun 2019 secara bertahap hingga 2021.

Adapun yang kadar oktannya di bawah 91 atau masuk standar euro 2 saat ini adalah BBM jenis Premium dan Pertalite.

Terdapat tiga tahapan strategi dalam penyederhanaan varian produk Pertamina.

Tahap satu, penghapusan Premium dengan melakukan pengurangan dalam penggunaannya disertai edukasi dan kampanye untuk mendorong konsumen menggunakan BBM RON 90 ke atas.

Tahap kedua, yaitu pengurangan bensin Premium dan Pertalite di SPBU disertai dengan edukasi dan kampanye untuk mendorong menggunakan BBM RON 90 ke atas.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sedangkan tahap terakhir yakni dengan penyederhanaan produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian yakni BBM RON 91/92 (Pertamax) dan BBM RON 95 (Pertamax Turbo).

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved