6 JAM Disekap dan Dipukuli 5 Oknum Polisi, Pemuda Ini Babak Belur, Gara-gara Salah Panggil Nama
Oknum polisi di Nunukan, Kalimantan Utara, menyekap dan mengeroyok seorang warga Jalan Antasari Baru, berinisial R (21).
Rambut R juga dicukur menggunakan pisau dengan sumpah serapah serta makian tanpa henti.
Pemukulan tersebut terjadi sampai sekitar pukul 06.00 Wita.
"Jam enam pagi pintu sempat terbuka, saya lari keluar masih dikejar. Begitu kedapatan, saya kembali dihajar, saya diinjak-injak, ada warga setempat yang melihat tapi tidak mau ikut campur karena mereka bilang bahwa mereka aparat polisi," imbuhnya.
S yang merasa kasihan kepada R kemudian mengantarkannya pulang ke rumah.
Ia hanya meminta maaf kepada R karena tidak bisa membantu dan segera menuju Polres Nunukan untuk bertugas.
"Keluarga membawa saya visum, dan melaporkan kejadian itu ke Propam Polres Nunukan. Saya juga heran kenapa sampai disekap dan dihajar ramai-ramai di kostan."
"Kalau pun bersalah, seharusnya diselesaikan di kantor polisi, apalagi lokasinya tidak jauh dari KSKP (Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan). Sampai hari ini juga tidak ada permintaan maaf dari mereka, padahal kasusnya sudah diketahui pihak Polres Nunukan," sesal R.
Kapolres Nunukan Tindak Tegas
Sementara ini, baru dua oknum anggota Polres Nunukan yang menjalani pemeriksaan propam.
"Untuk internalnya, sekarang dalam proses bagian Propam. Mereka masih melakukan interogasi, dan saya belum menerima laporan secara keseluruhan," kata Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto.
Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto menyebutkan sosok pelaku dugaan penganiayaan pemuda R.
"Pelakunya polisi baru, adapun masalah kebijakan untuk penindakan, sudah saya ambil. Polisi baru yang masih bujang, semua tidak boleh keluar asrama."
"Ini juga sebagai langkah agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Mereka tidak boleh meninggalkan asrama," jelasnya.
Ricky juga tidak membantah adanya insiden penodongan dan pemukulan dengan menggunakan senjata api.
"Informasi itu ada juga, namun kemungkinan bukan dari kami (yang melakukan). Yang jelas, kami belum tahu persis (detil kejadiannya). Kita masih fokus penyelidikan dibawa ke kosannya."
"Untuk konsekuensi, kita akan melihat hasil penyidikan Propam dan laporan dari masyarakatnya seperti apa. Masih kita dalami," tegasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-anggota-tni-ad-dikeroyok-dan-ditikam-5-lubang-saat-hadiri-hajatan-keluarga.jpg)