6 JAM Disekap dan Dipukuli 5 Oknum Polisi, Pemuda Ini Babak Belur, Gara-gara Salah Panggil Nama

Oknum polisi di Nunukan, Kalimantan Utara, menyekap dan mengeroyok seorang warga Jalan Antasari Baru, berinisial R (21).

Tayang:
Editor: Wiedarto
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi 

Bukannya mendapat perlawanan, korban pukulan hanya memberikan ancaman dan meminta R menunggu di lokasi tersebut.

"Dia bilang, saya salah orang kalau main pukul dan langsung pergi. Begitu kembali, dia bawa sekitar lima orang dan mengeroyok saya," lanjutnya.

R lalu diseret ke tengah aspal, diminta tiarap dan diminta menengadah.

Saat itu dia melihat pistol ditodongkan ke kepalanya dan dia akhirnya memilih pasrah.

Ia sangat terkejut karena ternyata orang yang dia pukul adalah aparat polisi.

"Kepala saya ditodong pistol dan digetok. Di situ saya tahu yang saya pukul ternyata polisi," kata dia.


Disekap dan Dipukuli Sampai Pagi

Penganiayaan yang diterima R tak berhenti sampai disana.

Ia dibawa menggunakan sepeda motor ke sebuah kosan yang ada di wilayah Pasar Baru Nunukan.

Di kosan tersebut, sudah ada beberapa orang teman pengeroyoknya.

Tak lama kemudian, datang beberapa orang lagi yang dikatakan R berasal dari asrama polisi.

R tahu mereka dari asrama polisi karena ada teman yang ia kenal bernama S.

Terkejut melihat R menjadi korban pemukulan, S berusaha menengahi dan melerai.

Namun kelompok tersebut tetap tidak terima, sehingga sempat terjadi cekcok di kalangan mereka.

"Pintu dikunci, dan saya jadi bulan bulanan lebih dari sepuluh orang. Pukulan, tendangan saya terima.
Saya hanya bisa melindungi muka dengan kedua tangan sampai bengkak-bengkak membiru. Tidak ada artinya saya teriak minta ampun meski darah sudah keluar dari mulut dan hidung saat itu," lanjut R.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved