Breaking News:

Demam Berdarah

KASUS Demam Berdarah di Sumsel hingga Desember 2021 Sebanyak 882, Warga Diminta Jalankan 3M

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan provinsi Sumsel hingga awal Desember 2021 ini tercatat ada 882 kasus DBD.Kasus tertinggi berasal dari Palembang.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: pairat
Freepik
Ilustrasi nyamuk menggigit kulit 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Demam Berdarah Dengeu (DBD) masih menjadi penyakit menular yang menjadi perhatian.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel hingga awal Desember 2021 ini tercatat ada 882 kasus DBD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Muyono, menjelaskan, daerah dengan tertinggi DBD yakni Palembang dengan 213 kasus, sedangkan terendah berasal dari Musi Rawas Utara (Muratara) dengan dua kasus.

"Palembang masih menjadi kota tertinggi penularan DBD. Kami minta masyarakat lebih waspada apalagi sekarang musim hujan," jelasnya, Rabu (29/12/2021).

Secara rinci kasus DBD di Sumsel hingga kini yaitu OKU 3, OKI 27, Muara Enim 63, Lahat 49, Musi Rawas 18, Musi Banyuasin 44, Banyuasin 82, OKUS 3, OKUT 109, Ogan Ilir 41, Empat Lawang 12, Palembang 213, Prabumulih 39, Pagaralam 3, Lubuklinggau 64, PALI 70 dan Muratara 2.

Adapun tren peningkatan kasus DBD ini mulai terlihat pada rentang Oktober hingga November lalu dengan masing-masing kasus 130 dan 190.

"Pada awal Desember lalu kasus DBD yang terdata baru 22 kasus," ujar Muyono.

Kabar baiknya, sampai saat ini belum ada laporan kematian akibat penularan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aides Aigipty.

Kendati demikian, masyarakat tetap harus selalu waspada terhadap penularan DBD.

"Terus melaksanakan PHBS dengan 3 M agar bisa meminimalisasi penularan DBD," kata dia.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved