Breaking News:

Varian Baru Covid 19

DIPREDIKSI 3 Bulan Lagi, Omicron Tak Terbendung, 99 Persen Terancam Terinfeksi: Dunia Bisa Kewalahan

Varian baru Covid-19 yakni Omicron diprediksi akan mendominasi seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang

Editor: Wiedarto
Twitter @jokowi
Presiden Jokowi berbincang dengan sejumlah warga dan beberapa anggota TNI. Jokowi mengingatkan warga, TNI dan Polri di perbatasan untuk waspada terhadap virus covid-19 varian omicron karena penyebarannya lebih cepat dibandingan varian delta. 

SRIPOKU.COM, SINGAPURA--Varian baru Covid-19 yakni Omicron diprediksi akan mendominasi seluruh dunia dalam beberapa bulan mendatang. Prediksi ini disampaikan oleh seorang dokter penyakit menular di Rumah Sakit Mount Elizabeth Novena di Singapura, Dr Leong Hoe Nam melalui CNBC.

Menurut Dr Leong, meskipun vaksin untuk melawan jenis tersebut dapat dikembangkan dengan cepat, namun efektivitas vaksin juga perlu diuji selama 3-6 bulan. Hal tersebut harus dilakukan untuk membuktikan kekebalannya terhadap varian tersebut.

"Sejujurnya, Omicron akan mendominasi dan menguasai seluruh dunia dalam 3-6 bulan," kata dia. Berdasarkan laporan Reuters, varian ini diperkirakan menyumbang 99 persen infeksi Covid-19.

Virus tersebut pertama kali diketahui merebak di negara bagian Maharashtra di India pada Maret 2021, dan telah menjadi dominan secara global pada Juli. CEO Moderna, Stephane Bancel pun mengatakan pada Senin (29/11), untuk mengembangkan dan mengirimkan vaksin yang secara khusus menargetkan varian omicron bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Sementara itu, CEO Pfizer, Albert Bourla juga mengungkapkan, mempersiapkan vaksin tersebut bisa membutuhkan waktu kurang dari 100 hari, atau kurang lebih sekitar tiga bulan. "Ide bagus, tapi jujur, itu tidak praktis," kata Dr Leong tentang vaksin yang secara khusus menargetkan Omicron.

"Kami tidak akan bisa buru-buru mengeluarkan vaksin tepat waktu dan pada saat vaksin datang, hampir semua orang akan terinfeksi Omicron karena tingkat penularannya yang tinggi," sambung dia.

Meski demikian, para ahli tidak tahu persis seberapa menular varian Omicron yang sangat bermutasi ini. Tetapi, protein lonjakan virus – yang mengikat sel manusia – memiliki mutasi yang terkait dengan transmisi yang lebih tinggi dan penurunan perlindungan antibodi.

Beberapa dokter percaya bahwa vaksin yang ada saat ini tetap dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru. "Tubuh kita menghasilkan seluruh antibodi yang berbeda sebagai respons terhadap vaksin." "Saya pikir vaksin kami saat ini akan bertahan sampai batas tertentu dengan varian baru ini," kata Dr Syra Madad dari Belfer Center for Science and International Affairs.

"Varian baru ini mungkin bisa mengurangi efektivitas vaksin beberapa tingkat, tetapi itu belum terlihat."

"Lagi pula, vaksin saat ini, bersama dengan booster tetap dapat memberikan tingkat perlindungan yang baik," tambah dia. Menanggapi hal itu, Dr Leong juga setuju, rejimen vaksin tiga dosis kemungkinan akan melindungi dari akibat yang parah dari infeksi Omicron. Sayangnya, banyak negara masih memiliki tingkat vaksinasi yang rendah.

"Omicron bisa mengancam seluruh dunia dengan lonjakan kasus yang tiba-tiba dan sistem perawatan kesehatan dapat kewalahan, bahkan jika hanya 1-2 persen dari kasus berakhir di rumah sakit," ungkap dia.

Seperti yang telah diberitakan, varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan ditetapkan sebagai varian yang mengkhawatirkan oleh WHO pada minggu lalu.

Sejak saat itu, varian Omicron dilaporkan telah masuk ke beberapa negara, termasuk Hong Kong, Belanda dan Portugal. Dengan kondisi ini, Dr Leong mengatakan, siapa pun harus terus menggencarkan proses vaksinasi, menjaga jarak, memakai masker, serta mengikuti protokol kesehatan lainnya sebagai pencegahan transmisi virus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved