Berita Religi
Mengapa Orang Baik dan Sholeh Lebih Cepat Dipanggil dan Wafat? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Soal kematian, banyak anggapan yang beredar jika orang baik dan sholeh lebih cepat wafat. Benarkah demikian? Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
Ustaz Abdul Somad juga menyampaikan bahwa dalam hadits dikatakan," Siapa yang panjang umurnya dan baik amalnya itulah manusia yang terbaik".
"Adapun orang muda, baik, meninggal, Habib Munzir Al-Musawa. Tapi berapa banyak juga anak-anak muda yang tidak sampai tua mati dalam keadaan su'ul khotimah, mati sakaw," kata Ustaz Abdul Somad.
Jadi menurut Ustaz Abdul Somad, kalau lantas ada orang yang berfikir bahwa tidak perlu baik-baik dan orang tersebut mengambil contoh yang tidak tepat atas kematian orang-orang baik maka menurut Ustaz Abdul Somad, orang tersebut berhasil dihasut setan.
"Jadi, kalau ada orang berfikir ah jangan baik-baik lah, Uje meninggal muda, Habib Munzir meninggal muda, Ustaz Arifin Ilham meninggal muda. Sampel yang dia pakai tidak tidak tepat. Lalu kenapa dia berpikir seperti itu? syetan berhasil," terangnya.
"Jadi, yang bisik begini ini 2. Jin dan manusia," ungkapnya.
Maka dari itu, Ustaz Abdul Somad mengingatkan sebaiknya kita pahami hakikat hidup dalam Qur'an yakni sudah ada ajalnya, kalau ajal sudah sampai, tidak bisa ditunda sesaat dan tidak bisa dipercepat walaupun sesaat.
"Orang baik meninggal cepat sudah ketetapan Allah, orang jahat meninggal lama bukan karena jahatnya, orang sholeh meninggal cepat bukan karena kesholehannya tapi sudah ketetapan Allah SWT," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Demikianlah penjelasan mengenai alasan orang baik dan sholeh lebih cepat wafat sebagaimana disampaikan Ustaz Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-tentang-orang-meninggal.jpg)