Berita Religi
Mengapa Orang Baik dan Sholeh Lebih Cepat Dipanggil dan Wafat? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Soal kematian, banyak anggapan yang beredar jika orang baik dan sholeh lebih cepat wafat. Benarkah demikian? Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad.
Penulis: Tria Agustina | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM - Mengapa orang baik dan sholeh lebih cepat dipanggil Allah? Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad.
Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan merasakan mati.
Manusia yang masih hidup seringkali mendapatkan berita duka mengani wafatnya manusia lainnya.
Sementara ia akan menunggu giliran untuk merasakan hal yang sama yakni dicabut nyawanya oleh malaikat maut.
Soal kematian, banyak anggapan yang beredar jika orang baik dan sholeh lebih cepat wafat.
Padahal manusia tidak tahu kapan dan di mana kematian akan menjemputnya.
Bahkan pada dasarnya kematian tidak memandang seseorang itu tua atau mud bahkan kaya atau miskin.
Semua akan mendapatkan giliran untuk menghadap Yang Maha Kuasa.
Lantas, kenapa orang baik dan sholeh lebih cepat wafat?
Berikut ini penjelasan Ustaz Abdul Somad yang dibagikan melalui kanal YouTube TAMAN SURGA.NET.
Baca juga: Benarkah Orang yang Sholeh Ketika Meninggal Dunia Jasadnya Berbau Wangi? Ternyata Ini Penjelasannya
Terkait soal kematian, Ustaz Abdul Somad memberikan nasihat seputar ujian selama hidup di dunia.
"Dunia ini adalah tempat ujian," kata Ustaz Abdul Somad.
"Ada orang-orang yang memang diberikan Allah SWT umurnya pendek tapi ada yang diberikan Allah panjang. Semua sudah ditetapkan di luhul mahfudz,' terangnya.
Ustaz Abdul Somad juga mengatakan bahwa ada juga orang baik umurnya panjang.
Salah satunya adalah Mbah Moen (Kyai Haji Maimun Zubair) yang menurutnya usianya tua lebih dari 90 tahun.
Ustaz Abdul Somad juga menyampaikan bahwa dalam hadits dikatakan," Siapa yang panjang umurnya dan baik amalnya itulah manusia yang terbaik".
"Adapun orang muda, baik, meninggal, Habib Munzir Al-Musawa. Tapi berapa banyak juga anak-anak muda yang tidak sampai tua mati dalam keadaan su'ul khotimah, mati sakaw," kata Ustaz Abdul Somad.
Jadi menurut Ustaz Abdul Somad, kalau lantas ada orang yang berfikir bahwa tidak perlu baik-baik dan orang tersebut mengambil contoh yang tidak tepat atas kematian orang-orang baik maka menurut Ustaz Abdul Somad, orang tersebut berhasil dihasut setan.
"Jadi, kalau ada orang berfikir ah jangan baik-baik lah, Uje meninggal muda, Habib Munzir meninggal muda, Ustaz Arifin Ilham meninggal muda. Sampel yang dia pakai tidak tidak tepat. Lalu kenapa dia berpikir seperti itu? syetan berhasil," terangnya.
"Jadi, yang bisik begini ini 2. Jin dan manusia," ungkapnya.
Maka dari itu, Ustaz Abdul Somad mengingatkan sebaiknya kita pahami hakikat hidup dalam Qur'an yakni sudah ada ajalnya, kalau ajal sudah sampai, tidak bisa ditunda sesaat dan tidak bisa dipercepat walaupun sesaat.
"Orang baik meninggal cepat sudah ketetapan Allah, orang jahat meninggal lama bukan karena jahatnya, orang sholeh meninggal cepat bukan karena kesholehannya tapi sudah ketetapan Allah SWT," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Demikianlah penjelasan mengenai alasan orang baik dan sholeh lebih cepat wafat sebagaimana disampaikan Ustaz Abdul Somad.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad-tentang-orang-meninggal.jpg)