Breaking News:

Berita Lahat

PELUANG Usaha Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, tak Butuh Lahan Luas, Panennya Sangat Memuaskan

Budidaya ikan lele dengan media kolam terpal bulat, dengan Green Water Sistem menjadi program kegiatan unggulan.

Penulis: Ehdi Amin | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Edhi Amin
Budidaya ikan lele dengan media kolam terpal di Desa Payo Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Budidaya ikan lele dengan media kolam terpal bulat, dengan Green Water Sistem menjadi program kegiatan unggulan.

Dinas Perikanan Kabupaten Lahat menyebut sudah ada lima Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang sudah merasakan keuntungannya.

Kepala Dinas Drs H Deswan Irsyad MPdi Melalui Kabid Perikanan Budidaya, Marully SSTPi didampingi Kasi Produksi dan Teknologi Budidaya Kuncoro Nugroho mengatakan, alasan dijadikan program unggulan, budidaya ikan lele media kolam terpal tersebut, bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah alias tidak membutuhkan lahan yang luas dan bisa dilakukan meskipun sumber air yang terbatas. Disamping itu upaya untuk meningkatkan pasokan ikan.   

"Program ini juga manajemen pakan terukur sesuai dengan kebutuhan. Terlebih, sesuai dengan kondisi Kabupaten Lahat,"ujarnya, Selasa (23/11/2021)

Di Kabupaten Lahat dijelaskan Kuncoro,  ada lima titik Pokdakan yang menjadi binaanya yang sudah beraplikasi budidaya ikan lele sistem bioflok, seperti di Kelurahan Bandar Jaya, Kota Baru, Kecamatan Merapi Barat dan Timur. Bahkan, sudah sekitar tiga periode panen.

"Mereka ini sudah berjalan dan sudah memanfaatkan hasil panennya, penjualannya juga dilakukan di Kabupaten Lahat saja,"terangnya.

Tujuan utamannya tak lain, untuk swasembada ikan, sehingga tidak ketergantungan dengan sumber ikan konsumsi dari daerah luar.

Kemudian, sebagai gambaran lanjut Kuncoro budidaya lele media kolam terpal dalam tugas bulan sekali panen.

Dengan satu kolam terpal diameter empat meter, bisa diisi bibit 3000-5000 ekor dengan hasil normalmya mencapai 750 kilogram ikan dan membutuhkan pakan sekitar 750 kilogram dengan Food Convention Rasio (FJR) dengan perbandingan, satu kilogram pakan satu kilogram daging.

"Dengan catatan, SOP tehnis dijalankan manajemen air, manajemen pakan dan manajemen pemeliharaan serta keamanan. Kita sifatnya mendukung, kita kemarin memberikan bantuan berupa enam kolam terpal diameter 4 dengan peralatan pendukung. Untuk pakan, kita bantu satu kali periode panen,"sampainya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved