Virus Corona

Antisipasi Gelombang 3 Covid-19 di Momen Natal dan Tahun Baru, Dinkes Sumsel Berlakukan PPKM Level 3

Menurut Yusri, libur panjang di akhir tahun merupakan ujian bagi Indonesia saat wabah Covid-19, khususnya di Sumsel. Ini karena meningkatnya mobilitas

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Sudarwan
Ist
Kepala Bidang (Kabid) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri. Dinkes Sumsel akan Berlakukan PPKM Level 3 di momen natal dan tahun baru 

SRIPOKU.COM - Pemerintah akan melakukan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Penerapan PPKM level 3 ini akan mulai dilakukan sehari sebelum perayaan Natal dan sehari setelah Tahun Baru, tepatnya pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021.

Menyikapi aturan baru tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Yusri menyebut akan tetap mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah pusat demi meminimalisasi penularan Covid-19.

"Pada prinsipnya kita ikuti saja aturan pusat dan kita siap. Kita laksanakan sesuai protokol di ketentuan masing-masing level yang biasanya tertuang dalam Inmendagri," ujar Yusri, Kamis (18/11/2021).

Menurut Yusri, libur panjang di pengujung tahun merupakan ujian bagi Indonesia saat wabah Covid-19, khususnya di Sumsel.

Ini karena momen tersebut sering dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat untuk melakukan wisata sehingga memicu pergerakan masyarakat yang semakin meningkat.

“Adanya perpindahan atau mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain akan sangat mendukung untuk penularan (Covid-19),” kata dia.

Kendati dikhawatirkan akan ada pergerakan yang cukup tinggi selama Nataru, Yusri berharap angka penularan Covid-19 di Sumsel tidak meningkat, sehingga bisa melewati gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi akan muncul.

Apalagi, dalam arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, libur Nataru telah ditiadakan.

Sebelumnya, melalui keterangan resmi pada Rabu (17/11/2021), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat pada kegiatan libur akhir tahun.

"Kebijakan status PPKM level 3 ini akan berlaku mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2021," kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan, sudah ada kesepakatan bahwa aturan yang berlaku di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali nantinya diseragamkan.

Meskipun demikian, kebijakan tersebut akan diterapkan setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan instruksi mendagri (inmendagri) terbaru yang paling lambat ditetapkan pada 22 November 2021.

Selain itu, seiring dengan penerapan PPKM level 3 di seluruh Indonesia, sejumlah kegiatan yang dilarang pelaksanaannya pada libur Natal 2021 dan tahun baru 2022 seperti perayaan pesta kembang api, pawai, arak-arakan yang mengumpulkan kerumunan besar.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved