Berita Ogan Ilir

Sejarah Syeh Aulia Ulumuddin, Simbol Leluhur di Desa Ekowisata Burai Ogan Ilir

Syeh Aulia Ulumuddin yang memiliki gelar Pangeran Rambut Panjang. Dia adalah simbol seluruh leluhur yang berkumpul di Desa Burai

Tayang:
Editor: Odi Aria
Tribun Sumsel/Agung Dwipayana
Makam Syeh Aulia Ulumuddin di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, berdampingan dengan makam ibunya yakni Saidatun Az Zahra dan gurunya yakni H. Mustaqim. 

"Makam Syeh Aulia berdampingan dengan makam ibunya yakni Saidatun Az Zahra dan H. Mustaqim," terang Syadad.

Karakter yang melekat pada diri Syeh Aulia ialah sosok yang rendah diri, tulus dan bijaksana.

"Kalau ada konflik, maka beliau yang menjadi penengah. Syeh Aulia Ulumuddin merupakan simbol seluruh leluhur di Burai," jelas Syadad.

Hingga era modern pada dekade tahun 2000-an, makam Syeh Aulia tetap terawat dengan baik.

Beberapa tahun terakhir, semenjak pariwisata Burai dikembangkan, makam dipugar dan kondisinya kini lebih baik.

"Ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat Desa Burai," kata Syadad yang juga pemandu wisata religi makam para leluhur di Desa Burai, termasuk Syeh Aulia Ulumuddin.

Selain makam Syeh Aulia Ulumuddin, ada juga sejumlah makam leluhur lainnya yang dipugar.

Diantaranya makam Sang Dara Putih atau Sirohajuddin, Pangeran Dampo Alam atau Cindromato, Habiburrahman atau Pinang Koteh, Solahudin atau Sang Ketip.

Ada lagi Aulia Muhammad Idrus atau Sang Gemok, Muhammad Umeng, Maulana Ibrahim atau Datuk Langkin, Malik Maulana Ibrahim, Malikus Saleh atau Tuan Said, Ali Redja atau Bang Tawi,

Ini belum termasuk makam para leluhur lain yang belum dipugar yang jumlahnya mencapai ratusan.

"Perawatan terutama pemugaran makam ini dilakukan secara bertahap dan perlu partisipasi kita semua dari berbagai lapisan," ucap Syadad.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved