Breaking News:

Berita Lubuklinggau

SEPATU yang Dipakai Dibungkus Pakai Kantong Kresek, Kisah Anak-anak di Lubuklinggau Pergi ke Sekolah

Namun dibalik itu ternyata masih ada pemukiman warga yang belum tersentuh pembangunan infrastuktur dasar seperti jalan dan listrik.

Editor: Welly Hadinata
Tribunsumsel/Eko
Anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Jalan Melitu, RT 07, Kelurahan Batu Urip Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumsel membungkus sepatu mereka dengan plastik keresek agar tidak kotor saat tiba di sekolah, Rabu (3/11/2021) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Anak-anak Sekolah Dasar (SD) di Jalan Melitu, RT 07, Kelurahan Batu Urip Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumsel membungkus sepatu mereka dengan plastik keresek agar tidak kotor saat tiba di sekolah.

Peristiwa ini sempat viral di Jagad media sosial (Medsos) Kota Lubuklinggau, sebab pembangunan infrastruktur di kota ini berjalan cukup pesat.

Namun dibalik itu ternyata masih ada pemukiman warga yang belum tersentuh pembangunan infrastuktur dasar seperti jalan dan listrik.

Januaria (40), warga setempat mengatakan sudah terbiasa anak-anak membungkus sepatu mereka dengan plastik kresek agar tak kotor di jalan.

"Ya memang, anak-anak kalau sudah hujan mau pergi sekolah sepatunya selalu dibungkus plastik biar tidak kotor," kata Januaria pada Tribunsumsel.com, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, Jalan di lokasi itu sebenarnya sudah di cor beton, namun hanya dibagian luar tetapi di bagian dalamnya masih jalan tanah merah.

"Bagusnya cuma dari luar, sudah dicor tapi panjangnya tidak sampai 200 meter, yang bagian dalam masih tanah merah," ungkapnya.

Kondisi itu sebenarnya tidak terlalu menjadi persoalan warga bila tidak hujan. Namun karena sekarang hujan hampir setiap hari, membuat jalan becek dan licin hal itu menyebabkan rawan kecelakaan.

"Bukan hanya anak-anak yang kena dampaknya mereka keluar masuk juga susah, bahkan ada yang sampai terjatuh karena jalanan begitu licin," ujarnya.

Informasi yang diterima Januari, pembangunan jalan tersebut sudah diusulkan oleh pemerintah kelurahan melalui kecamatan namun belum terealisasi hingga saat ini.

"Harapannya semoga jalannya cepat di cor atau minimal tidak dilakukan pengerasan supaya anak-anak sekolah tidak kotor," ungkapnya.

Sementara Camat Lubuklinggau Utara II, Kunti Maharani, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Melitu sebenarnya sudah diusulkan.

Namun dalam pembangunan Pemerintah Kota Lubuklinggau berdasarkan skala prioritas. Karena itu termasuk kawasan baru dan jalannya juga baru dibuka, jadi belum dilakukan pembangunan.

"Kemungkinan baru bisa direlisasikan tahun depan, tapi dengan viralnya informasi jalan itu kemungkinan bisa saja tahun ini terealisasi kita dari kecamatan hanya mengusulkan," ungkapnya. (Joy/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved