Berita Viral

Viral Tahanan Dibully di dalam Lapas, Disiram Pakai Air Comberan, Pihak Lapas Angkat Bicara

Aksi dugaan perundungan atau bullying yang dialami seorang tahanan di Lembaga (lapas) Kelas 1A Pontianak terekam dalam sebuah video singkat.

Tayang:
Penulis: Rahmaliyah | Editor: pairat
Youtube Redaksi Realita
Viral Tahanan Dibully didalam Lapas, Disiram Pakai Air Got Kotor 

Dirinya menduga sosok pria yang membully Ersa adalah kelompok dari terpidana mati kasus narkoba, Teddy Fahrizal.

Teddy diungkapkannya menjadi jagoan di Lapas Kelas 1A Pontianak.

"Ersa diduga di-bully anak buah Teddy. Dia (Teddy) jagoan di sana. Makanya orang lapas juga nggak mencegah," ungkap Joni dihubungi pada Senin (18/10/2021).

Keluarga Ersa Bagus Pratama, napi Lapas Kelas yang diduga di-bully dalam Lapas Pontianak membantah pernyataan Kepala Lapas Pontianak Farhan Hidayat.

Farhan sebelumnya menyebutkan aksi penyiraman air comberan yang diduga dilakukan terpidana mati Teddy Fahrizal terhadap Ersa bukanlah aksi bullying.

Baca juga: Berapa Gaji atau Penghasilan TNI-Polri? Berikut Daftar Gaji & Tunjangan Menjadi Abdi Negara Terbaru

Sebab, peristiwa dimandikannya Ersa oleh orang-orang yang diduga suruhan Teddy itu sebagai bentuk rasa syukur atas kasasi hukuman mati Ersa menjadi pidana penjara selama 18 tahun.

"Kalau aksi memandikan Ersa sebagai nazar atas diterimanya kasasi, kenapa baru dilakukan sekarang. Kan diterimanya tahun lalu Juni 2020," ujar P, keluarga Ersa pada Rabu (20/10/2021).

Dalam bantahan yang dibuat pihak Kalapas, turut disertakan video dari Ersa yang menyebut aksi penyiraman tersebut dilakukan atas keinginan diri sendiri dan dibantu oleh rekan-rekannya di Lapas.
Hal itu selain karena disetujuinya kasasi, juga merupakan tradisi untuk buang sial atau apes

P kembali menampik hal tersebut. Ia meyakini apa yang disampaikan Ersa melalui video tersebut, diduga di bawah tekanan.

"Video itu dibuat diduga di bawah tekanan dan paksaan," kata P.

P juga mengungkapkan adanya dugaan kekerasan yang dilakukan pihak Teddy terhadap Ersa.

Atas itu P yang mewakili keluarga lainnya bersepakat, bahwa solusi terbaik dalam persoalan ini ialah Teddy dipindahkan ke Nusakambangan, penjara dimana terpidana mati ditempatkan.

Sebab jika tidak, ia khawatir P bisa tewas dianiaya pada akhirnya.
"Kami dari keluarga sangat berharap agar Teddy dikirim ke Nusakambangan. Karena kalau tetap di Lapas bisa mati Ersa dipukulin terus, oleh orang-orang yang diduga suruhan Teddy," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Lapas Pontianak Farhan Hidayat membantah adanya aksi bullying terhadap Ersa, oleh orang-orang yang diduga anak buah Teddy.

Baca juga: Punya Riwayat Diabetes, Kronologi Tahanan Korupsi Meninggal Dunia di Lapas Klas II A Banyuasin

"Penyiraman narapidana dengan air got yang viral di media massa itu murni keinginan dari narapidana yang bersangkutan bersama teman-temannya. Serta kami pastikan sekali lagi bahwa sama sekali tidak ada unsur bullying," ujar Farhan dalam keterangannya, Selasa (19/10/2021).

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved