Breaking News:

Strategi Guru dan Orang Tua agar Anak Kreatif di Rumah di Masa Pandemi Covid-19

Menghadapi kegiatan belajar mengajar pada masa darurat Covid-19 tentunya menjadi momok tersendiri bagi guru dan orang tua.

Editor: Sudarwan
Dok Pribadi
Ika Riva Permata Hati, guru dan dosen di Muaraenim 
Oleh : Ika Riva Permata Hati, SE, M.Si
SEMENJAK diberlakukannya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) oleh pemerintah, kegiatan belajar mengajar di sekolah ikut merasakan dampaknya.
Yang semula kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka dan dilakukan di sekolah, dengan adanya penerapan PSBB maka kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di rumah yang kemudian disebut dengan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutuskan mata rantai Covid-19 yang sudah menjadi pandemi di seluruh dunia.
Sebenarnya salah satu tujuan siswa belajar di rumah adalah demi mendukung peserta didik ikut melaksanakan himbauan social distancing (jaga jarak).
Bagaimana tidak, jika sekolah tetap dilaksanakan seperti biasa maka ada ratusan murid yang membaur menjadi satu setiap hari, dan tentu saja resiko penularan akan lebih tinggi.
Jadi bisa disimpulkan kebijakan belajar dari rumah sangat relevan dengan situasi saat ini.
Dengan siswa disibukkan mengerjakan tugas di rumah, tentu ia akan tetap di rumah dan secara tidak sadar ikut melaksanakan imbauan social distancing yang akan amat membantu memutus mata rantai penularan virus Covid-19.
Menghadapi kegiatan belajar mengajar pada masa darurat Covid-19 tentunya menjadi momok tersendiri bagi guru dan orangtua.
Perlu strategi yang harus disiapkan guru dan orang tua agar anak tidak jenuh mengerjakan serangkaian tugas pembelajaran. 
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa kebijakan pendidikan selama masa pandemi Covid-9 mengalami perubahan.
Salah satunya adalah penyesuaian pembelajaran yang tidak membebani guru dan siswa, namun sarat nilai-nilai penguatan karakter seiring perkembangan status darurat Covid-19.
Penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan Pendidikan.
Strategi Guru
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mendorong para guru untuk tidak menyelesaikan semua materi dalam kurikulum.
Yang penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti ketrampilan hidup, kesehatan, dan empati.
Kemendikbud sudah merancang program belajar dari rumah lewat edukasi berbasis televisi.
Program ini diperuntukkan bagi semua pelajar dari level PAUD sampai SMU/ SMK/ MTs.
Setiap hari TV Nasional itu akan menyiarkan program edukatif dengan beragam mata pelajaran.
Melaksanakan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Kendala yang banyak terjadi adalah sebagian siswa tidak memiliki alat komunikasi yang memadai dan cara penggunaannya dengan benar.
Juga keterbatasan kemampuan orang tua melakukan pendampingan putra-putrinya.
Strategi pertama yang bisa dilakukan selain belajar melalui media TV adalah dengan pembelajaran secara daring (online learning), sehingga guru dan siswa dapat berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.
Banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran daring seperti Whatsapp Group, Google Clashroom, Quizzi, Zoom, dan lain-lain.
Aplikasi whatsaap cocok digunakan, karena pengoperasiannya sangat simple dan mudah diakses siswa.
Memberikan tugas belajar mandiri melalui WA orang tua peserta didik dari masing-masing kelas.
Siswa melaporkan hasil belajar kepada guru yang diakses melalui WA orang tua sebagai wujud tanggung jawab dan keterlibatan orang tua peserta didik dalam mengawasi belajar anak di rumah. 
Strategi kedua guru memberikan tugas yang membangun nilai karakter siswa seperti beribadah sesuai dengan keyakinan, memberikan tugas untuk membantu pekerjaan orang tua di rumah, serta kegiatan bermanfaat lainnya. 
Laporan penilaian bisa ditunjukkan dengan angket yang dikoreksi dan ditandatangani orang tua siswa.
Meskipun pembelajaran jarak jauh, orang tua atau siswa dapat berkomunikasi dengan guru apabila ada kesulitan dalam mengerjakan tugas atau kesulitan belajar lainnya. 
Menurut  I Putu Yoga Purandina, Dosen Jurusan Dharma Acarya, keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 adalah kemampuan guru dalam berkreasi merancang, memilih metode pembelajaran yang sesuai, serta aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode.
Strategi Orang Tua
Belajar jarak jauh di rumah berarti orang tua memiliki peran penting untuk memantau kegiatan anak di rumah selama sekolah diliburkan.
Perlu usaha keras agar anak mau belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan tanpa ada rasa tertekan.
Beraktivitas di rumah berarti memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bereksplorasi.
Orang tua bisa mengajak anak untuk belajar di ruang keluarga atau halaman rumah untuk mendapatkan udara terbuka.
Memanfaatkan media pembelajaran, baik pembelajaran berbasis televisi atau media informasi lainnya.
Manfaatkan media sebaik mungkin untuk mendapatkan video dan gambar sesuai dengan materi yang dibutuhkan anak.
Biarkan anak bereksplorasi menerapkan dan menghubungkan dengan materi yang dipelajari.
Orang tua hanya bertugas memantau, menemani, serta memberi bantuan jika diperlukan. 
Selingi dengan aktivitas yang menyenangkan, agar anak tidak bosan.
Selalu siapkan aktivitas yang menyenangkan bersama anak.
Aktivitas yang menyenangkan misalnya bermain video game, memasak bersama, berolahraga, melukis, dan lain-lain.
Guru dan orang tua dituntut agar membiasakan diri dengan teknologi untuk mencari informasi dan berkomunikasi.
Agar anak kreatif belajar di rumah di masa pandemi banyak tantangan yang dihadapi.
Diperlukan kerja sama yang baik antara guru dengan orang tua.
Karena sejatinya secanggih apapun teknologi, tidak akan pernah bisa menggantikan sosok teladan seorang guru.
Ika Riva Permata Hati, SE, M.Si, guru dan dosen di Muaraenim
Ika Riva Permata Hati, SE, M.Si, guru dan dosen di Muaraenim (Dok Pribadi)
Biodata Penulis :
  • Ika Riva Permata Hati, SE, M.Si
  • Guru SMKN 2 Muara Enim
  • Dosen STIE Serasan
  • Ibu dari 3 orang anak
  • Alamat Jln Ais Blok C No 4 Rumah Tumbuh, Muara Enim 
  • Hobi : Menulis
  • Penggerak dan pejuang adiwiyata
  • HP : 0821 81412171
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved