Breaking News:

Berita Muba

Satu Drum Diupah Rp50 Ribu, Pelaku Ilegal Driling Diamankan Polres Muba

Pemberatasan terhadap pelaku pengeboran minyak illegal atau Illegal Driling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan oleh jajaran Polres Mub

Penulis: Fajeri Ramadhoni | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, SIK, MSi ketika memimpin ungkap kasus pelaku illegal driling di Kabupaten Muba. 

SEKAYU, SRIPO -- Pemberatasan terhadap pelaku pengeboran minyak illegal atau Illegal Driling di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus dilakukan oleh jajaran Polres Muba.

Dimana, satu pelaku penambang illegal driling yakni Yanto, yang melakukan aksinya di Kecamatan Bayung Lencir diamankan Mapolres Muba, Sabtu (25/9/21).

"Ya, pelaku kita amankan pada saat sedang melakukan pengeboran atau aktivitas ilegal driling di wilayah KM B 20 PT BPP Sako Besar Desa Pangkalan Bayat, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba. Pelaku kita grebek yang saat itu sedang melakukan illehal driling,”kata Kapolres Muba AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, SIK, MSi, Selasa (28/09/2021).

Lanjutnya, pada saat dilakukan penggrebekan Sabtu lalu pihaknya juga mengemankan sejumlah barang bukti yakni 1 unit sepeda motor yang sudah di modifikasi, 1 buah pipa besi canting sepanjang 6 meter, 1 buah tameng penggulung tali,1 set katrol dan minyak hasil pengeboran. 

“Dari pengakuan pelaku ia baru melakukan kegiatan tersebut dan untuk motif seelanjutnya masih pihaknya lakukan penyelidika lebih lanjut,”ujarnya.

Untuk perbuatannya, pelaku di jerat pasal 52 UU No 22 Tahun 2001 tentang migas, sebagaimana telah diubah dalam pasal 40 angka 7 UU RI No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun. 

“Kita terus mendalami kasus ini, agar dalang dibalik semua ini cepat terungkap. Doakan saja tim yang saat ini sedang bekerja,” tutupnya.

Baca juga: Dihadapan Dodi Reza Alex, Herman Deru Sebut Muba Kabupaten yang Survive saat Pandemi, Ini Buktinya!

Sementara itu, dari pengakuan Yanto dirinya baru seminggu terakhir melakukan kegiatan tersebut dan di gaji Rp50 untuk satu drum minyak. 

“Baru seminggu ini pak, untuk satu drum saya dapat upah Rp50 ribu. Belum terima upah saya sudah ditangkap dulu,”ujarnya singkat.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved