Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Luas Kawasan Kampung Kumuh di Lubuklinggau Capai 500 Hektare, Butuh Anggaran Rp12 Miliar

Kawasan Cereme Tabah dan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel)  merupakan kawasan kumuh.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Anak -anak bermain layangan di Kampung Ulung kawasan kampung kumuh yang telah dibangun, Jumat (24/9/2021) 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Kawasan Cereme Tabah dan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur II Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel)  merupakan kawasan kumuh.

Bahkan masyarakat disekitar kawasan ini masih banyak yang membuang sampah sembarangan dan banyak tinggal di sepanjang aliran sungai mesat.

Kepala Dinas Perumahan Pemukiman (Perkim) Kota Lubuklinggau, H Trisko Defriansyah mengatakan Cereme Tabah dan Karya Bakti masuk dalam kawasan kampung kumuh berdasarkan  baseline terbaru.

"Untuk yang lama sudah selesai, sekarang yang terbaru 500 hektare di 15 kelurahan. Yang paling parah yakni Karya Bakti dan Cereme Tabah, karena masyarakatnya masih banyak buang air di pinggir sungai," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Jumat (24/9/2021).

Ia menuturkan pengentasan kampung kumuh merupakan tanggung jawab bersama karena tidak setiap tahun dilakukan, untuk menuntaskan semuanya saat ini butuh anggaran Rp 12 Miliar lebih.

"Dulu luasan kita berdasarkan SK tahun 2014-2015 kita mendapat jatah 111 hektare, jumlah itu sudah kita tuntaskan terakhir tahun 2020 pembangunan kampung ulung," paparnya.

Sementara, pembangunan fisik Kampung Ulung, di Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, telah rampung dikerjakan.

Pembangunan kampung ulung ini menelan dana tak sedikit, anggaran proyek pembangunan ini menelan dana APBN 2020/2021 dengan  total mencapai Rp12 miliar lebih.

Baca juga: Terungkap Identitas Nenek dan Cucu Tewas Kecelakaan di Lubuklinggau Siang Tadi

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe (Nanan), menyampaikan proyek yang dibangun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari Balai Cipta Karya tersebut saat ini sudah tuntas 100 persen.

"Untuk kelengkapan taman dan akses jalan utama menuju ke perkampungan akan dilanjutkan dan diselesaikan Pemerintah Kota Lubuklinggau," ungkapnya.

Menurutnya, proyek pembangunan fisik Kampung Ulung itu bertujuan untuk mencega erosi Daerah Aliran Sungai (DAS) saat terjadi banjir bandang. Dengan begitu perkampungan disana aman dari longsor dan banjir.

"Seperti kita tahu beberapa kali terjadi banjir bandang, airnya sampai ke jembatan dan membuat daerah sana tergerus dan air masuk hingga pemukiman warga," jelasnya.

Nanan mengatakan tujuan awalnya  bukan hanya semata-mata untuk objek wisata di DAS atau tepian Kelingi. Namun tujuan pokok justru menciptakan keamanan bagi warga setempat dari ancaman banjir.

Kendati demikian, lokasi itu juga bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata. "Jadi pembangunan tersebut bisa multi fungsi," ujarnya.

Untuk pengelolaan dan perawatan Kampung Ulung tersebut lanjut Nanan, nanti akan diserahkan kepada melompok masyarakat setempat. "Nanti juga akan kita serahkan kepada kelompok masyarakat situ untuk mengelolanya untuk merawatnya," tambahnya. (Joy/TS) 

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved