Breaking News:

Berita Muratara

Kepala Gatal Rambut Acak-acakan, Alasan Pengendara di Jalan Raya Muratara Ini Enggan Pakai Helm

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Rawas Utara (Muratara) terus memberikan imbauan tentang pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT AIZULLAH
Satlantas Polres Muratara menggelar Operasi Patuh Musi 2021 mulai dari 20 September hingga 3 Oktober. 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Musi Rawas Utara (Muratara) terus memberikan imbauan tentang pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas.

Kesadaran masyarakat untuk tertib lalu lintas di kabupaten ini memang masih minim, terutama banyak pengendara yang tak memakai helm saat melintas di jalan raya. 

Warga ibukota Muara Rupit, Rendi mengaku sering ditegur polisi karena tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor di jalan raya.

"Sudah berapa kali lah (ditegur polisi), sebenarnya sudah malu sendiri, tapi saya kalau pakai helm, kepala saya gatal-gatal," katanya kepada Tribunsumsel.com, Rabu (22/9/2021). 

Warga lainnya, Wawan juga mengaku sering tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor di jalan raya.

Dia sebenarnya selalu membawa helm saat pergi bekerja, namun sengaja tak dipakainya di kepala karena takut rambutnya acak-acakan.

"Saya ada helm, saya bawa terus, cuma kalau mau berangkat kerja itu kalau pakai helm rambut saya acak-acakan," katanya.

Baca juga: 9 Pegawai RSUD Rupit Muratara Dipecat Bupati Devi Suhartoni, Ada Perawat Bidan Hingga Sekuriti

Kasat Lantas Polres Musi Rawas Utara, AKP Nasharudin mengatakan mulai dari 20 September hingga 3 Oktober ini dilaksanakan Operasi Patuh Musi 2021

"Dari operasi kita yang sudah berjalan dua hari ini masih banyak pengendara yang belum sepenuhnya mematuhi aturan berlalu lintas," katanya. 

Dia membeberkan sasaran operasi kali ini adalah pengendara yang tidak menggunakan helm SNI, berkendara melawan arus, pengendara di bawah umur.

Kemudian kendaraan menggunakan knalpot racing, berkendara kecepatan tinggi, angkutan melebihi muatan, menggunakan handphone saat berkendara. 

"Petugas di lapangan juga akan menindak pengendara yang tidak menaati protokol kesehatan Covid-19," katanya. 

Nasharudin menambahkan, pentingnya menaati prokes untuk mencegah atau memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Muratara

"Prokes ini penting, pakai masker, jaga jarak, jangan berkerumun, jadi mohon kerjasamanya kepada seluruh elemen masyarakat," pintanya. (Rahmat/TS) 

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved