Breaking News:

Berita Palembang

Instruktur Senam di Palembang Dipenjara Tujuh Tahun, Langsung Ingat Ortu dan Anak Usai Vonis Hakim

"Saya menyesal pak hakim, kasian orangtua dan anak saya tidak ada yang mengurusnya," ujar terdakwa yang merupakan instruktur senam.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Sidang putusan terhadap seorang instruktur senam di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus narkotika jenis sabu, Herlina, divonis penjara tujuh tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Palembang.

Warga Kecamatan Kalidoni yang sehari-hari bekerja sebagai instruktur senam tersebut juga diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

Hal tersebut diketahui dalam sidang virtual yang diketuai oleh hakim Taufik Rahman SH MH di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (22/9/2021).

Atas putusan tersebut, Herlina yang didamping kuasa hukumnya Aburahman Ralibi SH dari Posbakum PN Palembang, memohon pada majelis hakim untuk memberikan hukuman seringan-ringannya.

"Saya menyesal pak hakim, kasian orangtua dan anak saya tidak ada yang mengurusnya," ujar Herlina dalam sambungan telekonfrensi, Rabu (22/9/2021).

Namun, dikarenakan ini merupakan putusan majelis hakim, Ketua Hakim Taufik Rahman mengajurkan untuk terdakwa pikir-pikir dulu atas putusan.

Profil Minati Atmanegara, Pemeran Soraya Gayatri di Sinetron Putri untuk Pangeran, Instruktur Senam

"Kamu pikir-pikir dulu, coba konsultasikan sam kuasa hukum mu. Apakah mau terima atau banding atas putusan ini," saran hakim ketua.

Atas saran tersebut, terdakwa Herlina pun memutuskan untuk pikir-pikir dulu.

Untuk diketahui vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim pada terdakwa Herlina lebih rendah dari tuntutan JPU, yang menuntut terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara, denda 1 miliar dan subsidair 6 bulan.

Melansir dari SIPP PN Palembang, diketahui Herlina yang biasa belerja sebagai Instruktur senam tersebutvditangkap di kediamannya di Jalan Wahab Saidi, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, pada bulan Mei 2021 lalu.

Herlina ditangkap dirumahnya dengan barang bukti 1 paket sabu dengan berat brutto 1,115 gram, yangbdiakuinya dibeli dari seorang bernama Fitri (DPO) senilai Rp. 1.750.000.

Yang mana barang bukti tersebut merupakan sisa dari narkotika yangbsudah dijualnya dalam paket kecil, dengan harga Rp. 700.000

Dari pengakuannya, Herlina mengaku hasil penjualan tersebut digunakannya untuk keperluan sehari-hari.

Selain itu, Herlina juga pemakai barang haram tersebut, diketahui dari hasil tes urine yang dilakukan dilabolatorium.

Senam Gaya Ibu Rumah Tangga Ibu-ibu dari Komunitas Senam Bogenvil Ariodila

Atas perbuatannya herlina dikenakan melanggar Pasal 114 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved