Berita Viral
Kisah Seorang Guru Honorer K2 Berusia 53 Tahun, 7 Tahun Idap Stroke, Tangisnya Pecah Saat Tes PPPK
Ia adalah Imas Kustiani yang mengajar di sebuah SD di kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia menderita stroke sejak 7 tahun lalu
Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Kisah seorang guru honorer K2 yang bertugas di SDN Wancimekar 1 Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang ramai dibagikan di media sosial.
Dibagikan dalam akun instagram @berbagisemangat dia adalah Imas Kustiani yang mengajar di sebuah SD di kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Ia menderita stroke sejak 7 tahun lalu.
Imas saat ini berusia 53 tahun telah mengabdi cukup lama di sekolah tersebut.
Di usia senjanya, Imas tak lelah untuk berjuang demi pendidikan anak-anak di Indonesia.

Bahkan, saat pemerintah membuka peluang penerimaan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dirinya turut berjuang.
Baca juga: GURU Honor 57 Tahun Gagal Tes PPPK, Pengawas Ruang Tulis Surat Terbuka ke Nadiem Makarim, Ngilukah!
Kendati kondisi fisik tak sempurna dan banyak keterbatasan, namun semangat Imas patut diacungi jempol.
Dalam video yang diunggah tampak guru honorer tersebut kesulitan berjalan meskipun sudah memakai tongkat.
Ia siap mengikuti tes untuk menjadi guru berstatus PPPK, namun kondisi fisiknya membuatnya sedikit terlambat memasuki ruangan.
Baca juga: Menjadi Syarat Lolos Seleksi, Begini Passing Grade PPPK 2021 Guru dan Non Guru
Dalam video tersebut, tampak guru honorer itu berhenti sejenak dan meminum air dari botol yang ia bawa.
Agar tak semakin terlambat, ia pun digendong oleh seseorang yang mendampinginya.
Ketika sampai di dalam ruangan, ibu Imas diturunkan dari gendongan pria yang mendampinginya.
Beberapa petugas dan sesama peserta ujian juga turut membantu Ibu Imas menempatkan diri di kursi yang sudah disediakan.
Dengan kondisi kesehatannya yang terbatas, sembari menata fokus dan emosinya saat berada di depan monitor mendadak tangis Imas pecah di dalam ruangan tes PPPK tersebut. Dia turut ditenangkan oleh peserta ujian.
Gagal Tes
Sebelumnya di media sosial tengah heboh sebuah unggahan dari Facebook, pada Kamis (16/9/2021) siang.