Berita Viral

Kisah Seorang Guru Honorer K2 Berusia 53 Tahun, 7 Tahun Idap Stroke, Tangisnya Pecah Saat Tes PPPK

Ia adalah Imas Kustiani yang mengajar di sebuah SD di kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia menderita stroke sejak 7 tahun lalu

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
Instagram
Kolase Tangkapan layar Video Imas, Seorang Guru Honorer K2 Berusia 53 Tahun, 7 Tahun Idap Stroke 

Pasalnya ada kisah pilu ketika seorang guru honorer berusia 57 tahun gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Menyaksikan kegagalan itu di depan mata, seorang pengawas ruang tes itu kemudian menuliskan surat terbuka dengan alamat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.

Penulis itu, Novi Khasiffa yang mengawasi tes seleksi PPPK itu, menyapa Nadiem Makarim dengan Mas Menteri.

Novi mengisahkan guru honorer itu menjalankan tes untuk jadi guru dengan status PPPK dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Surat terbuka pengawas ruang tes seleksi PPPK dan foto guru honorer yang harus gagal tes seleksi PPPK yang beredar
Surat terbuka pengawas ruang tes seleksi PPPK dan foto guru honorer yang harus gagal tes seleksi PPPK yang beredar (Kolase Sripoku.com)

"Yang terhormat, Mas Menteri, Nadiem Makarim. Tak ada rasa ngilukah di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini?" tulis Novi membuka suratnya, Kamis (16/9/2021).

Novi menuturkan program PPPK membuka harapan bagi guru honorer yang belum mendapat pengangkatan.

"Tahun ini Mas Menteri memberikan secercah harapan untuk beliau. Program PPPK untuk memberikan harapan kehidupan yang lebih layak," tulisnya.

Namun takdir berkata lain, harapan sang guru honorer itu harus pupus.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved