Cara Kepala Sekolah SMAN 4 OKU Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Dilakukan Dengan Prokes Ketat

SMAN 4 Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas  (PTMT) dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penulis: adi kurniawan | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Leni Juwita
Suasana sekolah sistem Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMAN 4 OKU, Jumat (17/9/2021). 

SRIPOKU.COM, BATURAJA --- Walaupun masih dalam pembatasan, belajar tatap muka dirasakan lebih semangat dan lebih antusias dibandingtkan belajar daring (dalam jaringan).

Seperti yang terpantau di  SMAN 4 Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari pintu masuk sudah diberlakukan pengaturan yang sangat ketat untuk menjaga jarak fisik murid-murid.

Seperti dituturkan Kepala SMAN 4 OKU Hj Jumiati SPd MM, jauh sebelum dimulainya belajar tatap muka terbatas, pihak sekolah sudah terlebih dahulu melakukan sosialisasikan  melauli penyebaran vidio-vidio tentang tata cara belajar  tatap muka terbatas kepada siswa dan orang tua siswa.

Vidio yang disebar berisi sosiliasi tentang tata cara sekolah tatap muka terbatas, langkah-langkah ayang harus disiapkan siswa sebelemun berangkat ke sekolah seperti  memakai masker, membawa hand sanitizer serta membawa bekal dan air minum karena kantin sekolah masuk ditutup.

Disekolah  sudah dilakukan pembagian pintu masuk melalui 3  gerbang.

Gerbang Pintu Satu dikhususkan bagi peserta didik  yang diantar dengan menggunakan sepeda motor.

Gerbang dua untuk peserta didik yang diantar dengan mobil dan gerbang tiga untuk peserta didik yang membawa motor sendiri.

Masing-masing gerbang sudah disiapkan petugas penerima ssiwa.

Khusus untuk peserta didik yang membawa kendaraan (sepeda motor) sendiri diizinkan langsung masuk ke dalam untuk menghindari kerumunan di aera parkir.

Sebelum memasuki kelas, semua peserta didik  sudah lebih dahulu dilakukan screening kesehatan, cek suhu, cuci tangan.

“Alhamdulillah anak-anak antusias sekolah dan tidak yang terpapar, semoga kedepan berjalan sesuai harapan,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 OKU.

Untuk mengantisipasi jika ada yang terindikasi terpapar Covid-19 maka pihak sekolah segera mengontak pihak Puskesemas dan Satgas Covid-19 yang sudah menjalin kerjsama dengan SMN4 OKU.

Selama massa uji coba Pembebelajaran Tatap Muka Terbatas kapasitas kelas baru 50 persen dari kondisi normal.

Sebanyak 18  murid belajar tatap muka disekolah dan sebagian Luring dan sebagian lagi  belajar daring.

Sistim ini dilakukan secara bergantian dan sudah dibagi shiff.

Selama pembelajaran tatap muka terbatas ini waktu belajar dibatasi hanya tiga jam dan hanya enam mata pelajaran.

Anak-anak diarahkan setelah pelajaran sekolah habis langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved