Awal Mula Terbongkarnya Perbuatan Asusila Oknum Pengasuh Ponpes di Ogan Ilir, Ortu Lihat Anak Sakit

Terbongkarnya perbuatan asusila di pondok pesantren ini diketahui ketika salah satu santri yang sudah menjadi korban mengeluh sakit ke orangtuanya.

Tayang:
Editor: Refly Permana
sripoku.com/odi
Oknum pengasuh pondok pesantren di Ogan Ilir yang melakukan perbuatan asusila terhadap santrinya di tempat kerja. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Perbuatan asusila di pondok pesantren dilakukan oleh seorang pengasuh santri di Ogan Ilir berinsial J (22).

Diduga, ada belasan santri yang sudah menjadi korban perbuatan asusila dari pria yang kini sudah diamankan oleh Ditreskrimum Polda Sumsel.

Terbongkarnya perbuatan asusila di pondok pesantren ini diketahui ketika salah satu santri yang sudah menjadi korban mengeluh sakit ke orangtuanya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, J bisa dikatakan sebagai pedofilia lantaran menyukai sesama jenis yang masih usia anak.

Korban diketahui berusia di kisaran 12 hingga 13 tahun dan jadi korban perbuatan asusila dari tersanngka pada 2020 silam.

"Total ada 12 korban," ujar Dirkrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, didampingi Kasubdit IV, Kompol Masnoni, saat merilis tersangka di Mapolda Sumsel Rabu (16/9/2021).

Hisar menerangkan, dari jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan masih ada korban-korban J lainnya yang belum berani mengaku.  

Dalam beraksi, pelaku menggunakan modus dengan mengiming-imingi korban dengan menggunakan uang ataupun ancaman. 

"Kita masih mendalami terkait apakah ada pelaku lain atau korban lain. Pemeriksaan mendalam masih kita lakukan saat ini," jelaa Hisar. 

Belasan Santri di Ogan Ilir Jadi Korban Perbuatan Asusila Seorang Pengasuh, Akui Suka Anak-anak

Ia mengungkapkan, J diduga sudah melakukan aksi bejatnya selama lebih dari 1 tahun.

Dimana JN sudah bekerja selama 2 tahun di ponpes tersebut.

Dari pengakuan tersangka, perbuatan asusila mulai dilakukan sejak Juni 2020 sampai kemarin perkara ini diungkap.

"Jadi kita duga sudah lebih dari 1 tahun pelaku melakukan aksi cabul ini," tegas Hisar. 

Hisar menambahkan, terungkapnya perbuatan J bermula dari kecurigaan salah seorang wali santri yang melihat kondisi anaknya. 

Sebab santri tersebut mengeluhkan sakit di bagian tubuhnya. 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved